31 C
Kudus
Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Komunitas Bertemu Pelukis Nyeleneh,...

Bertemu Pelukis Nyeleneh, Ganjar Takjub Hasil Karyanya Ternyata Mencengangkan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Beberapa sepeda tampak terparkir di pedestrian di tepi Sungai Blerok, kawasan Kota Lama. Di dekatnya, para pengendaranya terlihat duduk bersila memegang kertas beserta alat lukis. Mereka terihat cukup khusuk menggoresakan alat lukis di kanvasnya masing-masing.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang melewati mereka saat sedang gowes, sontak saja langsung berenti karena penasaran. Ganjar yang datang bersama istri dan rombongan langsung saja memarkirkan sepeda dan melihat aktivitas mereka. Rupanya, kumpulan tersebut merupakan anggota Komunitas Semarang Sketchwalk.

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat hasil lukisan anggota Komunitas Semarang Sketchwalk. FOto: Ist.

Setelah melihat-lihat hasil karya mereka yang sedang menggambar gedung PTP XV Jateng, orang nomor satu di Jateng itu begitu takjub dengan keahlian pelukis tersebut. Bahkan, Ia tak pelit memuji anggota komunitas tersebut.

Wedian ik. Sampeyan seniman tenan Mas, asli,” ujar Ganjar melihat sebuah sketsa ukuran kecil karya salah seorang sketcher, Sabtu (17/10/2020) pagi.

Baca juga: Ganjar Turun Tangan Angkat Kursi dan Melakbannya Saat Lihat Warung Ramai

Satu lukisan yang membuat Ganjar takjub adalah saat dia disodori sketchbook dan sebuah kaca pembesar. Ternyata, di dalam sketchbook itu terdapat sebuah gambar sketsa ukuran kecil.

“Ini pelukis-pelukis yang menurut saya cukup nyeleneh. Lukisannya lucu, ini antara ‘ngenyek’ dan mau menampilkan karya yang luar biasa. Saya suruh pegang ini (kaca pembesar), berarti anda tahu maksudnya,” kata Ganjar.

Di sisi lain, Ketua Semarang Sketchwalk Ratna Sawitri mengatakan, komunitas Sketchbikes ini baru saja terbentuk. Tepatnya di tengah pandemi Covid-19 saat tren bersepeda yang terjadi di masyarakat. Komunitas ini merupakan bagian dari Semarang Sketchwalk yang memiliki agenda rutin menggambar sketsa di Kota Lama.

“Ini baru terbentuk dan bagian dari Semarang Sketcwalk yang punya agenda rutin dua pekan sekali menggambar di Kota Lama. Karena sekarang masih pandemi dan lagi musim bersepeda jadi kami bersepeda sambil nyeketch (menggambar). Masa pandemi ini buat acara melibatkan banyak orang kan sulit, ini saja yang ikut terbatas,” ujarnya.

Baca juga: Cerita UMKM Bangkit saat Pandemi, Dengar Perjuangannya Sampai Bikin Ganjar Terharu

Ratna menjelaskan, selama pandemi ini Semarang Sketchwalk juga menggelar pameran rutin dua pekan sekali di Tandok Art Space, Jalan Papandayan. Pameran itu digelar dengan memerhatikan protokol kesehatan. Karya-karya yang ditampilkan juga merupakan hasil respons sketcher terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

“Pameran itu juga kami angkat tema pandemi. Jadi kita sosialisasikan lewat karya, seperti ada karya soal harus pakai masker,” jelasnya.

Di antara para sketcher itu, ternyata ada salah satu sketcher asal Jakarta yang ikut menggambar. Ia adalah Arya Ramania. 

“Saya dari Jakarta, kebetulan sedang dinas di Semarang dan lihat ada komunitas di Semarang yang sedang buat acara ini, terus ke sini pagi-pagi. Lumayan dapat satu gambar,” katanya.

Perempuan yang tergabung dalam komunitas Indonesian Sketcher itu ternyata sudah menggambar di tempat-tempat yang dikunjungi. Sebelum menggambar di Semarang ia sempat keliling Ambon dan menghasilkan banyak karya. 

“Menyenangkan bisa menggambar di sini. Ini Jadi salah satu cara menurunkan stres, apalagi sekarang sedang pandemi Covid-19. Tapi sayang baru dapat satu gambar dan ini harus balik ke Jakarta. Kapan-kapan saya akan datang ke sini lagi dan menggambar di Kota Lama,” tukasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

26,317FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,297PengikutMengikuti
21,002PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Centra Moda Textile, ‘Surganya’ Kain di Kudus yang Sering Kasih Diskon Gede

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang bercengkerama dengan para karyawan di sebuah ruko Jalan HM Subhcan Jember, Desa Janggalan, Kecamatan Kota...

Karimunjawa Kembali Dibuka untuk Wisatawan

BETANEWS.ID, JEPARA - Wisata Karimunjawa di Kabupaten Jepara kembali dibuka dengan terbatas, setelah delapan bulan vakum. Pembukaan ini ditandai dengan pelepasan 220...

Selain Parijoto, Pamelo dan Pisang Byar Ternyata Sudah Jadi Tanaman Khas Daerah Lain

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus telah dan akan mengajukan sembilan tanaman untuk jadi tanaman khas daerah. Dari...

Nasi Goreng Nanas Bercita Rasa Kari yang Bikin Pelanggan Home Cafe and Resto Ketagihan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang terlihat keluar masuk sebuah kafe yang berada di Jalan Ganesha lV 67, Desa Purwosari, Kecamatan Kota Kudus....

Parijoto Ditetapkan Jadi Tanaman Khas Jepara, Dispertan Kudus Ajukan Uji DNA

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispentan) Kabupaten Kudus masih melakukan langkah terakhir agar parijoto bisa menjadi...

Peraturan PVT Proses Revisi, Parijoto Akan Didaftarkan jadi Milik Provinsi Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS - Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01/pert/SR.120/2/2006 tentang Syarat Penamaan dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman sedang proses direvisi. Direvisinya...

Parijoto, Tanaman Sabdo Wali yang Kaya Manfaat

BETANEWS.ID, KUDUS - Di sebuah rumah yang berada di Desa Colo, RT 01 RW 01, Kecamatan Dawe, Kudus, tampak seorang pria mengenakan...