Banyak Ditemukan Fosil Jenis Bovidae, Museum Patiayam Lakukan Konservasi Fosil

BETANEWS.ID, KUDUS – Tulang belulang tampak berserakan di lantai dua Museum Purbakala Patiayam Kudus. Sejumlah orang terlihat sedang membersihkan benda-benda tersebut. Satu di antaranya adalah Jamin (46), petugas museum bagian konservasi. Dirinya berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang kegiatan konservasi di sana.

Menurut Jamin, ada banyak penemuan baru di Museum Patiayam. Penemuan tersebut terjadi pada September 2020 dan masih ada yang belum dibawa ke museum. Penemuan mayoritas dari warga, dan pilhaknya sudah melakukan pengecekan barang.

Petugas Museum Patiayam sedang membersihkan tanah dan bebatuan di fosil yang ditemukan. Foto: Ahmad Rosyidi.

“Yang penting kita sudah cek langsung dan ada barangnya. Hari ini ada tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, terdiri dari tim kajian koleksi dan tim konservasi. Kegiatan dimulai hari ini,” katanya, Rabu (14/10/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Ini Bedanya Fosil Pubakala Temuan Warga dan Tim Ahli yang Ada di Museum Patiayam

Menurutnya, Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten (Disbudpar) Kabupaten Kudus bekerja sama dengan BPSMP Sangiran untuk melakukan konservasi dan perawatan fosil. Nantinya, dari BPSMP Sangiran akan melakukan kegiatan konservasi selama tiga hari. Setelah itu pihak museum akan melanjutkan hingga satu bulan.

“Ini kami sedang melakukan pembersihan fosil, sambil menunggu dari tim ahli. Dari tim ahli nanti akan berjalan selama tiga hari, setelah itu kami lanjutkan sendiri hingga satu bulan,” jelas warga Desa Terban RT 02 RW 04, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu.

Dia juga menjelaskan, jika proses konservasi harus dilakukan oleh tim ahli. Karena beberapa proses konservasi harus detail dan menggunakan bahan-bahan kimia agar tidak merusak fosil.

Jamin menjelaskan, fosil purbakala yang sudah teridentifikasi di Museum Patiayam saat ini mencapai 8 ribuan fragmen dari 17 spesies hewan purba. Jumlah tersebut belum termasuk temuan-temuan baru.

Baca juga: Jejak Makhluk Purba di Museum Patiayam

Penemuan fosil purbakala di sana kebanyakan dari Pegunungan Patiayam. Penemuan terbagi 80 persen di wilayah Perhutani dan 20 persen di permukiman warga.

Dia juga membeberkan, temuan yang paling banyak yaitu Formasi Slumprit atau jenis gajah yang terbentuk sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Sedangkan penemuan baru rata-rata di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, dan Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

“Penemuan baru kebanyakan jenis bovidae, seperti kerbau, sapi, dan banteng. Selain itu di sini juga ada Formasi Kancilan, Formasi Kedungmojo, Formasi Suko Bubuk, dan Formasi Kalijambe yang kebanyakan ditemukan di Pegunungan Patiayam,” tukas Jamin.

Foto: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER