BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan pakaian seragam berwarna cokelat terlihat di sebuah ruangan Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus. Dia yakni Abdullah Muttaqin (49), Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kudus. Sambil menunjukan data pupuk yang masih tersedia, dirinya berbagi cerita kepada betanews.id terkait kesiapan musim tanam pertama (MT1) di Kudus.
Dia mengatakan, jika surat yang diajukan untuk penambahan pupuk bersubsidi yang diajukan awal bulan Juli 2020 masih belum disetujui. Sehingga pihaknya saat ini bekerja keras untuk menyiasati agar pupuk yang ada bisa mencukupi kebutuhan petani.
Baca juga : Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Kudus Baru Aman Hingga September
“Sementara ini kami lalukan relokasi, daerah yang kekurangan akan diambilkan dari daerah yang masih tercukupi. Perkiraan MT1 mulai akhir September atau awal Oktober. Jadi ini masih kerja ekstra agar berjalan lancar,” terangnya, Senin (7/9/2020).
Pria yang akrab disapa Takim itu juga memberikan informasi terbaru, jika Gubernur Jawa Tengah mengintruksikan agar setiap kabupaten atau kota membuat pengajuan kebutuhan pupuk. Alokasi disandingkan dengan kekurangan pupuk saat ini. Karena dari ajuan hanya sekitar 60 persen yang disetujui, sehingga masih kurang sekitar 40 persen.
“Saat ini kami sedang menyusun alokasi kembali, sesuai intruksi Pak Gubernur. Semoga saja nanti segera mendapat penambahan pupuk. Contohnya kebutuhan pupuk Urea di Kudus 12 ribu ton, sedangkan alokasi hanya 7.600 ton. Jadi masih kurang,” jelasnya.
Selain melakukan relokasi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan distributor, agar menyiapkan pupuk nonsubsidi jika pupuk bersubsidi sudah tidak mencukupi. Meski harganya terpaut cukup jauh, menurutnya hal tersebut bisa mengurangi kegaduhan para petani.
Baca juga : Jateng Raih Penghargaan Produksi Beras Tertinggi se-Indonesia
Selain itu, karena mulai 1 September 2020 pembelian pupuk bersubsidi wajib menggunakan kartu tani, Takim berharap petani di Kudus yang belum memiliki kartu tani bisa segera membuat.
“Semoga ketersediaan pupuk bersubsidi ini cukup. Di Kudus masih lumayan jika dibanding kabupaten lain, ada sudah habis sebelum MT1,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

