31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Mulai September 2020, Beli Pupuk Bersubsidi Wajib Gunakan Kartu Tani

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang tampak sedang berada di ruangan Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bae, Kudus. Satu di antara mereka yakni Apin Supriyatna (58), Koordinator BPP Kecamatan Bae. Sambil menunjukkan catatan data petani yang sudah memiliki kartu tani, dirinya berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang syarat membeli pupuk bersubsidi.

Apin begitu sapaan akrabnya mengatakan, jika mulai tanggal 1 Agustus 2020 di Kecamatan Bae dan Kecamatan Kota sudah diberlakukan wajib menggunakan kartu tani untuk membeli pupuk bersubsidi. Kemudian, peraturan tersebut diberlakukan untuk seluruh petani Kudus mulai 1 September 2020.

Apin Supriyatna (kiri), Koordinator BPP Kecamatan Bae. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Pengajuan Tambahan Pupuk Belum Disetujui, Begini Cara Dispertan Kudus Antisipasi Kelangkaan

“Awalnya diberlakukan dua kecamatan dahulu untuk uji coba. Setelah berjalan dengan lancar mulai berlaku untuk seluruh petani di Kudus,” terang warga Desa Jekulo, RT 01 RW 04, Kecamatan Jekulo, Kudus itu, Rabu (9/9/2020).

Dirinya juga mengungkapkan, jika pendataan kartu tani secara manual sudah berjalan sejak 2017. Dari pendataan secara manual, ada 1.702 petani yang terdata di Kecamatan Bae. Kemudian, pada Tahun 2019 dilakukan pendaftaran kartu tani melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) online yang disertai NIK, ada sebanyak 1.514 petani.

“Syarat untuk mendaftar kartu tani yaitu foto kopi KTP, KK, bukti pajak atau surat keterangan luas garapan dari desa. Dan hingga saat ini dari BRI sudah mencetak 1.318 kartu tani untuk warga se Kecamatan Bae,” jelasnya.

Sedangkan untuk Tahun 2020, pembuatan kartu tani sudah ditutup bulan Juli 2020. Dan petani yang memiliki kartu tani tetapi sudah terblokir akan otomatis diaktifkan dari pihak Bank BRI.

“Sedangkan pada tanggal 1 Agustus hingga 20 November 2020 mulai dibuka untuk pendaftaran kartu tani. Tetapi pendaftaran kartu tani tersebut baru bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi tahun 2021,” bebernya.

Baca juga : Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Kudus Baru Aman Hingga September

Untuk mekanisme mendaftar kartu tani, petani bisa mengumpulkan data pada kelompok tani yang ada di desa. Setelah dikumpulkan, data itu baru disetorkan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan. Kemudian, admin di kecamatan akan mendaftarkan secara online melalui sistem informasi pertanian (Sinpi).

“Data tersebut akan langsung masuk ke BRI pusat. Dan dari pihak bank yang akan mencetak kartu tani. Hingga saat ini masih ada sekitar 18 persen atau 188 petani di Bae yang belum memiliki kartu tani,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER