BETANEWS.ID, KUDUS – Wajah Ansori langsung pucat saat mendengar langsung pemecatan dirinya. Di ruangan bosnya itu, ia seakan tak percaya pria berkacamata di depannya itu mengambil langkah pengurangan pegawai di masa pandemi.
“Bapak sudah lama bekerja di sini. Saya tahu, tapi karena pandemi yang sangat mencolok ini. Saya rasa perusahaan akan mengurangi beberapa karyawan. Ini dari kantor perusahaan,” tutur bos perusahaan sambil memberikan amplop surat kepada Ansori.
“Jadi saya dipecat, Pak? Bagaimana tanggungan hutang saya pada perusahaan?” tanya Ansori yang terlihat kaget bercampur bingung.

Pembicaraan tersebut merupakan cuplikan adegan film Ayah yang diproduksi Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kota Kudus. Film yang diputar perdana di Aula Masjid Agung Kudus, Selasa (15/9/2020) itu merupakan karya Sorban Film Production berdurasi 45 menit.
Menurut sutradara dan penulis cerita Irvan M Hussein, film Ayah menceritakan kisah perjuangan dan pengabdian seorang ayah kepada keluarga dan organisasinya.
“Ini sebenarnya kisah nyata. Kami angkat menjadi sebuah film,” tuturnya ditemui seusai pemutaran film yang dihadiri kader GP Ansor itu.
Baca juga: Belajar Konservasi Alam Lewat Film Negeri Dongeng
Dia menjelaskan, film yang diproduksi sejak 28 Juni 2020 tersebut bermula dari video iseng dari Mali. Anggota Ansor tersebut merekam Ketua PAC Ansor Kota Fathul Munif yang sedang bersepeda memboncengkan anaknya dengan sepeda tua. Video tersebut akhirnya mengundang reaksi anggota Ansor dan tercetuslah film Ayah.
“Proses takenya itu dua bulan. Setiap hari Minggu saja,” jelasnya.
Irvan melanjutkan, Ansori merupakan seorang ayah yang juga kader Ansor kota. Dalam film itu, perusahaan tempatnya bekerja terdampak Covid-19. Akhirnya, perusahaan mengambil kebijakan untuk mengurangi karyawan. Karyawan yang terkena PHK di antaranya yakni Ansori.
“Saat itu Ansori memiliki banyak hutang. Di perusahaan dan teman-temannya. Saat kelahiran anak keduanya pun mengalami ganggun persalinan. Jadi sangat butuh biaya yang besar,” tuturnya.
Namun dengan kondisi sulit tersebut, lanjut Irvan, Ansori tetap mengabdikan dirinya untuk aktif dalam kegiatan Ansor.
“Jadi ini memang dinamika yang kemungkinan akan terjadi di setiap keluarga,” tuturnya.
Baca juga: Siswa SMP di Kudus Ini Kerjakan Soal Ujian Sambil Gembala Kambing
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Kota Kudus Fathul Munif menuturkan, film berjudul Ayah akan dipertontonkan ke seluruh PAC GP Ansor yang ada di Kudus. Menurutnya, dengan menonton film Ayah akan memberikan inspirasi bahwa kader Ansor bisa menjaga kedinamisan antara berjuang memenuhi ekonomi keluarga dengan berkhidmat kepada organisasi serta negara.
“Film kami harapkan juga bisa menjadi titik kepedulian kader Ansor tehadap dunia maya. Bahwa dunia maya bisa sebagai media dakwah kekinian,” tuturnya.
Menurut Munif, film Ayah tersebut memang belum diunggah di Youtube. Hal tersebut agar pihaknya dapat melakukan roadshow pemutaran film Ayah.
“Nanti kalau sudah waktunya, akan kami upload di Youtube,” tukasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

