BETANEWS.ID, SEMARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah segera memperkuat tiga laboratorium (lab) sebagai pengoptimalan penanganan Covid-19. Laboratorium tersebut adalah Badan Laboratorium Kesehatan Provinsi di Semarang, Lab RSUD Moewardi Solo, dan Lab RSUD Margono Banyumas.
Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, pihaknya sudah membeli alat-alat yang dibutuhkan untuk ditempatkan di tiga lab tersebut. Lab itu akan diperkuat oleh 35 SDM yang mumpuni di bagian teknologi laboratorium medik. Keberadaan SDM itu membuat pelayanan lab akan bekerja 24 jam selama sepekan penuh mulai minggu ini.
“Kita memperkuat lab, terutama sedang kami perkuat betul adalah SDM-nya, lalu alat-alatnya, lalu kecukupan reagennya,” kata Yulianto saat melakukan konferensi pers via virtual, Kamis (24/9/2020) siang.
Menurut Yuli, ketiga lab itu untuk mendukung 16 lab lain yang sudah ada di seluruh Jateng. Keberadaan tiga lab yang bekerja tanpa libur itu juga untuk mempercepat keluarnya hasil. Jika dulunya pemeriksaan dilakukan Sabtu, dan hasilnya baru keluar Senin, kali ini tidak akan lagi terulang.
“Kalau sampel dikirim sebelum jam 12 siang, maka hari itu hasilnya bisa didapat,” terang Yulianto.
Baca juga: Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Jateng Naik 3 Persen Jadi 66,5 Persen
Dia juga membeberkan, alasan tiga lab yang tersebar itu untuk mengkaver wilayah sekitar. Seperti lab yang di Kota Semarang untuk mengkaver Jateng bagian utara, lab di Solo untuk mengkaver Jateng bagian selatan, dan lab di RS Margono untuk mengkaver Jateng bagian barat.
“Sehingga nanti secara keseluruhan di Jateng kemampuannya bisa 8.000 sampai 9.000 tes per hari. Moga-moga Senin (28/9/2020) sudah bisa 8.000 sampai 9.000,” harapnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, hasil evaluasi percepatan penanganan Covid-19 menunjukkan tren peningkatan pemeriksaan spesimen dalam sepekan terakhir.
“Ternyata kita pada tanggal 17 September 2020 itu sudah ngambil spesimen 5.643. Apa artinya? Sebenarnya ditanggal 17 September itu kita sudah melebihi target di mana kita ditargetkan 4.991 dan ini sudah di atas 5.000,” ungkap Ganjar.
Baca juga: Ganjar : ‘Yang Merasa Memiliki Gula Darah Tinggi dan Hipertensi Jangan Klayaban’
Ganjar tak memungkiri bila jumlah spesimen yang diuji sempat turun pada 18-20 September. Namun, saat dipacu lagi jumlah spesimen pada 21 September kembali meningkat hingga 6.157 spesimen.
Kemudian, kata Ganjar, tanggal 22 September jumlah spesimennya sebanyak 5.559 spesimen. Bahkan, pada 23 September kemarin, jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 6.019 spesimen.
“Artinya sudah melampaui batasnya, mudah-mudahan ini bagian dari kerja kawan-kawan dari mereka surveilans, yang mereka melakukan tracing dengan sangat baik saya terima kasih. Dan ini juga menunjukkan tracingnya bagus, tinggal kita sekarang menguatkan labnya agar kemudian lebih cepat dan target itu bisa terpenuhi,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

