31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Hari Pertama Sensus Penduduk, Petugas Temukan Data Siluman

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan ransel hitam mendatangi sebuah rumah di Dukuh Winong RT 05 RW 06, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Selasa (1/9/2020). Setelah menyapa pemilik rumah, pria itu tampak mengeluarkan sejumlah kertas dan pensil dari ranselnya. Dia adalah Muhammad Arif Masluchuddin (26), petugas sensus penduduk.

Arif sapaan akrabnya, berbagi cerita di hari pertama melakukan sensus penduduk. Di Dukuh Winong RT 05 RW 06 itu, dia menemukan data siluman yang menurut ketua RT tidak ada orangnya. Dengan begitu dia akan melaporkan agar nama ‘Imam Khamdun’ dihilangkan.

Pendataan yang dilakukan oleh petugas sensus penduduk. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Belum Genap Dua Hari, Pelamar Petugas Sensus Membeludak

-Advertisement-

“Ini baru hari pertama, tapi ada satu nama yang tidak ada orangnya. Jadi ini nanti akan saya laporkan agar dihilangkan,” terang petugas sensus di tiga RW dengan 608 KK itu.

Arif sendiri baru pertama kali menjadi petugas sensus penduduk. Menurutnya, sensus kali ini lebih mudah, karena hanya memastikan keberadaan saja. Sehingga tidak perlu wawancara terlalu lama.

“Ini diberi waktu 15 hari, tapi saya akan menyelesaikan dalam waktu 10 hari. Paling kendala pada data orang yang baru pindah dan orang kos. Sedangkan saya belum kenal dan tidak bisa janjian,” beber warga Dukuh Winong, RT 04 RW 06 itu.

Ketua RT 05 RW 06, Dukuh Winong, Charis Ariyanto (39), juga membenarkan adanya data siluman. Selama menjadi ketua RT, dirinya sudah menemukan dua kali data siluman. Dan atas nama Imam Khamdun, sebelumnya sudah beberapa kali dipertanyakan, tetapi data tersebut masih muncul kembali pada sensus tahun ini.

“Nama Imam Khamdun ini memang sudah beberapa kali ditanyakan. Tapi ini masih ada lagi nama itu. Padahal tidak ada orangnya,” tegasnya.

Baca juga : 62,62 Persen Warga Kudus Belum Terdata di Sensus Penduduk 2020

Charis sudah berkoordinasi dengan petugas sensus di sana. Rencananya, ia akan mendampingi mendatangi warga jika ada waktu luang. Dan sudah ada beberapa nama yang perlu dipastikan keberadaan serta statusnya.

“Ini tadi sudah koordinasi dan mengecek datanya. Ada beberapa nama yang perlu kami pastikan status tinggalnya karena pindahan. Ada juga yang kos di sini, dan data siluman tidak ada orangnya,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

1 KOMENTAR

  1. Tidak usah divonis sebagai data siluman, belum tentu benar demikian.
    Contohnya keluarga yg sering berpindah tempat tinggal karena dia hanya mampu kontrak/ sewa rumah atau petakan, yg mungkin saja hampir tiap tahun atau dua tiga tahun pindah alamat karena berbagai alasan.
    Bisa jadi pindah RT, atau pindah RW, mungkin juga pindah desa/ kelurahan dlm Kecamatan, atau pindah ke luar Kecamatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER