Harga Kacang Hijau Rp 12 Ribu Per Kilo, Petani Sebut Masih Untung Meski Hasil Panen Turun

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus oblong tampak membawa makanan dan minuman ke area persawahan di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Setelah menaruh makanan dan minuman yang dibawanya, pria tersebut melihat proses pemanenan kacang hijau yang ditanamnya menggunakan mesin combine. Pria tersebut yakni Wardono petani kacang hijau.

Sembari melihat proses pemanenan tersebut, Wardono pun sudi berbagi cerita tentang hasil panen kacang hijaunya tahun ini. Dia mengatakan, hasil panen kacang hijau tahun ini mengalami penurunan. Hal tersebut, katanya diakibatkan oleh faktor cuaca tahun ini yang masih sering turun hujan, meski sudah musim kemarau.

Proses panen kacang hijau menggunakan mesin modern. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Cepat dan Hemat, Petani di Berugenjang Gunakan Mesin Modern untuk Panen Kacang Hijau

-Advertisement-

“Cuaca sangat berpengaruh terhadap hasil panen kacang hijau. Saat benih kacang hijau mulai tumbuh, beberapa kali itu masih turun hujan. Sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman kacang hijau, sekaligus juga berpengaruh terhadap hasil panen kacang hijaunya yang turun,” ujar Wardono kepada betanews.id, Selasa (2/9/2020).

Pria yang rumahnya tidak jauh dari sawah yang digarapnya itu menuturkan, dibanding tahun lalu, hasil panen kacang hijaunya itu turun sekitar 25 persen. Jika pada tahun lalu dia bisa membawa pulang sekitar satu ton kacang hijau di sawah seluas satu bahu, tahun ini dengan luas yang sama, ia hanya bisa memanen sekitar 7 kwintal kacang hijau.

Selain itu, lanjutnya, proses penanaman kacang hijau juga ada perubahan. Hal tersebut kemungkinan juga berpengaruh terhadap hasil panen kacang hijaunya. Bila dulu penanaman benih kacang hijau itu ditaju, sekarang dia memilih sistem tabur. Menurutnya, dengan sistem tabur lebih hemat tenaga dan ongkosnya lebih murah.

Perbandingan biaya, tambahnya, penanaman kacang hijau dengan cara ditaju sama ditabur itu selisihnya lebih dari Rp 1 juta. Menurutnya, penanaman secara taju dia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 1,2 juta untuk luas sawah sebahu. Kalau ditambah biaya konsumsi totalnya jadi Rp 1,4 juta. Sedangkan kalau ditabur bisa dikerjakan satu orang dengan upah Rp 100 ribu.

“Meski cara tanam ditabur membuat hasil panen turun, tapi kita sudah bisa menghemat uang Rp 1 juta sekian. Jadi meski panen turun, tapi tanam kacang hijau secara ditabur itu lebih menguntungkan,” bebernya.

Baca juga : Tengkulak Lebih Pilih Padi yang Dipanen dengan Mesin Modern

Pria yang dikaruniai dua anak itu mengatakan, hasil panen kacang hijaunya itu dijual kepada bakul dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. Menurutnya, dengan harga tersebut, petani masih mendapatkan untung. Yang penting harganya itu jangan sampai di bawah Rp 10 ribu per kilogram.

“Kami selaku petani ya berharap harga kacang hijau bisa naik lagi. Serta harga pestisida itu bisa lebih murah, agar para petani makmur,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER