Usai Ikut Pelatihan Pemasaran Online, Mia Akan Luncurkan Produk Baru

BETANEWS.ID, KUDUS – Mia Ellawati (25), satu di antara sejumlah peserta kegiatan Pelatihan Pemasaran Online yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus terlihat sibuk mempraktikkan materi membuat desain untuk promosi produk. Setelah jadi, dirinya berbagi cerita kepada betanews.id tentang rencananya usai pelatihan tersebut.

Mia sapaan akrabnya, setelah mengikuti pelatihan tersebut, akan meluncurkan produk barunya. Produk terbaru yang akan diluncurkan yakni Kerupuk Nglitik. Produk kerupuk itu akan dibuat dari sisa nasi yang sudah tidak dimakan.

Salah satu produk milik Mia Ellawati. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Disnaker Kudus Beri Pelatihan Pemasaran Online untuk Pelaku UMKM

-Advertisement-

“Rencana setelah ikut pelatihan ini saya akan meluncurkan produk baru, yaitu Kerupuk Nglitik. Sudah saya buat, tapi belum skala banyak. Baru uji coba saja,” terang warga Jati Kulon, RT 01 RW 05, Kecamatan Jati, Kudus itu.

Mia juga menjelaskan, jika saat ini dia masih berstatus membantu ibunya. Selain Mia, adik perempuannya juga ikut membantu. Dan saat ini ingin fokus melakukan pemasaran dan pengembangan produk.

“Merk kami yaitu MDG, diambil dari nama saya dan nama dua adik saya. Yaitu Mia, Devi dan Ghofur. Jadi ini usaha keluarga dan akan saya kembangkan,” terangnya, Selasa (11/8/2020).

Sementara, MDG baru memiliki empat produk yang sudah diproduksi. Di antaranya, stick waluh, onde onde ketawa, kembang goyang, bakpau karakter.

“Biasanya saya pasarkan secara online melalui media sosial. Selain itu juga saya jual ke toko-toko dan warung. Setelah mendapat informasi pelatihan ini dari teman, kemudian saya tertarik untuk mengembangkan pemasarannya,” jelas Mia.

Baca juga : Imbas Pandemi, BLK Kudus Batasi Peserta Pelatihan

Sementara itu, Siti Makhmudah, pendamping koperasi dan UKM dari Provinsi Jawa Tengah menambahkan, syarat untuk mengikuti kegiatan tersebut harus memiliki usaha dan legalitas usaha. Kemudian mendaftar ke Disnakerperinkopukm.

“Program ini rutin setiap tahun, dan peserta boleh mendaftar lagi di tahun berikutnya. Tetapi biasanya pelaku usaha lebih memilih jenis pelatihan yang berbeda,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER