Pati Oblong, Cara Fatmi Kenalkan Logat Khas Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan kaus warna-warni tergantung rapi di sebuah toko pakaian di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 61, Desa Winong, Kecamatan Pati. Tidak hanya kaus, beberapa produk lain seperti tas, gantungan kunci, sendal, sampai topi juga dipajang. Uniknya, semua item yang dijual itu memiliki ciri khas yang sama. Yakni menggunakan desain tulisan dialek khas Pati.

Adalah Fatmi Nurjanah (50) dan Ali Mahmudi (45), kakak beradik yang memiliki ide cemerlang untuk membangun usaha cinderamata khas Pati sejak 10 Desember 2010.

Toko oleh-oleh Pati Oblong yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 61 Pati, Rabu (22/7/2020). Foto: Titis Widjayanti.

“Ini yang desain adik saya, saya yang bagian mempromosikan dan menjual,” ungkapnya yang saat ditemui, Rabu (22/7/2020).

-Advertisement-

Menurut Fatmi, kerjaan Ali yang sering bersinggungan dengan Dinas Pariwisata menjadi jalan keduanya untuk mulai berbisnis oleh-oleh. Waktu itu, sang adik melihat potensi wisatawan yang membeli oleh-oleh khas dari daerah-daerah yang dikunjungi. Sehingga kemudian punya pikiran serupa untuk mengembangkan usaha di Pati.

Baca juga: Wong Djowo, Kaus Oleh-Oleh Khas Kudus dengan Harga Bersahabat

“Lalu dia mengajak saya untuk bikin semacam cinderamata khas Pati yang bisa dibeli wisatawan. Karena di Pati sendiri belum ada,” ungkap wanita yang saat ditemui mengenakan baju batik merah dengan kerudung coklat tua itu.

Setelah itu, mereka sepakat untuk membuat desain dengan mengangkat logat, sejarah, kuliner, dan objek wisata yang ada di Pati. Dengan slogan “Kenali Patiem Lewat Kaos”. Beberapa logat khas pun menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki oleh Pati Oblong, seperti tulisan “gagego”, “piyeleh?”, “aku cah Pati nde”, dan yang lainnya.

“Saya sendiri sebelumnya sudah punya pelanggan dari orang-orang di kecamatan, kantor-kantor, Dinas UMKM dan Koperasi Pati, arisan, dan perkumpulan-perkumpulan lain. Karena sebelumnya saya keliling menjual sprei dan barang-barang lain. Akhirnya waktu mulai mendirikan Pati Oblong, saya memasarkannya ke sana juga,” bebernya.

Dari sana, Pati Oblong kemudian semakin dikenal masyarakat luas. Utamanya ketika brand tersebut beberapa kali dibawa ke pameran-pameran baik itu di tingkat lokal hingga nasional.

Baca juga: Harga Mulai Rp 85 Ribuan, Dadiwae Jadi Solusi Cetak Kaus Hasil Desain Sendiri

“Memang visi misi kita mengenalkan Pati lewat logat, sejarah, kuliner, wisata yang dituangkan melalui produk yaitu salah satunya kaus. Dari sana, akhirnya produk Pati Oblong dikenal luas,” kata wanita yang saat ini menjadi Penasehat Komunitas UMKM Pati (KUPAT) tersebut.

Selain di tokonya sendiri, hingga saat ini, Pati Oblong bisa ditemukan di pasar Pragolo Pati, The Safin Hotel Pati, dan yang terbaru ada di SMESCO (Galeri UMKM Se-Indonesi) di Jakarta.

“Harganya cukup terjangkau. Produk kaus dewasa dibanderol Rp 85 ribu sampai Rp 115 ribu. Sedangkan kaus anak dari harga Rp 63 ribu sampai Rp 83 ribu,” tukas Fatmi.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER