BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma cat tercium di sebuah bengkel yang berada di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, tepatnya di belakang Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Seorang pria terlihat sedang meracik cat yang akan digunakan untuk mewarnai kerangka motor. Di dekatnya, tampak berdiri seseorang yang sedang memberi arahan. Dia tak lain adalah Rully Hariono (25), pemilik Kudus Vintage.
Den begitu dia akrab disapa, mengaku bengkelnya sedang ramai pelanggan restorasi Honda Win 100. Bahkan Juli ini, ia belum bisa melayani pelanggan baru karena masih ada lima antrean. Saat ini, bengkelnya sudah penuh, sehingga memilih untuk menolak terlebih dahulu.

“Paling kami baru bisa menerima, ya bulan Agustus 2020 nanti. Kalau terlalu banyak juga tempat kami terlalu penuh menampung motornya. Ini masih ada lima antrean,” ungkapnya kepada betanews.id, beberapa hari yang lalu.
Baca juga: Harga Terjangkau, Bengkel Knalpot JBR jadi Jujugan Pecinta Suara Brong
Menurut Den, untuk restorasi satu motor, pihaknya membutuhkan waktu dua pekan hingga satu bulan. Lamanya proses ini lantaran sperpart untuk motornya susah didapatkan.
Selain restorasi Honda Win 100, Kudus Vintage juga banyak menerima pesanan pembelian motor jadul itu. Dalam satu bulan, dirinya hanya bisa menjual sekitar tiga unit Honda Win 100, sebab barangnya semakin sulit dicari.
“Misal ada, harganya juga mahal, jadi tidak masuk. Honda Win 100 biasanya saya jual kisaran harga Rp 8,5 juta hingga Rp 9,5 juta. Pemasaran saya hanya melalui Instagram. Pembelinya hingga Riau, Makasar, Denpasar, Bali. Kebanyakan luar Jawa dan Jakarta,” terangnya.
Untuk mendapatkan motor tersebut, Den kebanyakannya dari dari Kudus dan Purwodadi. Biasanya, dia membeli motor dengan kondisi apa adanya kemudian direstorasi dan dijual lagi.
Baca juga: Belasan Tahun Ikut Orang, Agus Beranikan Diri Buka Bengkel Modifikasi Motor
Selain Honda Win 100, dirinya saat ini juga melayani motor tua C seris, seperti Honda c50, c70, Astrea Star, Grand, dan Prima. Harganya mulai Rp 3 juta hingga Rp 15 juta. Sedangkan Honda XL 125 dijual dengan harga Rp 20 juta.
“Sedangkan Yamaha DT 100 harganya Rp 15 juta, dan Suzuki TS 125 Rp 30 juta. Semakin tua semakin mahal, karena semakin langka. Selain itu juga melihat kondisi motor,” tukas Den.
Editor: Ahmad Muhlisin

