BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan topi biru terlihat sedang melapisi semen pada gentong yang sebagian dindingnya sudah dibelah. Dengan telaten ia melapisi bagian – bagian tertentu menggunakan semen hinga berbentuk sesuai keinginannya. Pria itu bernama Setya Gunawan Wahib Wahab (39) perajin taman gentong.
Wahab begitu ia biasa disapa menuturkan, membuat taman gentong sejak Ramadan lalu. Ide itu muncul setelah usaha yang dirintis sebelumnya terdampak oleh mewabahnya virus corona. Menurutnya, sejak ada Covid-19, usaha dekorasi miliknya banyak yang dicancel.

“Sebelumnya saya punya usaha dekorasi. Karena ada pandemi serta ada peraturan pemerintah yang tidak memperbolehkan menyelenggarakan pesta pernikahan, banyak order dekorasi saya yang dibatalkan,” ujar Wahab kepada betanews.id, Senin (22/6/2020).
Baca juga : Kerajinan Limbah Plastik Seruni Handmade Tembus Pasar Dunia
Pria yang tercatat sebagai warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus itu menuturkan, saat banyak orderan dekorasi yang dibatalkan itu, ia mengaku pusing. Sebab bisa dibilang usaha dekorasi tersebut merupakan usaha utama penopang ekonomi keluarga.
“Saat itu saya benar – benar pusing memikirkan ekonomi keluarga. Namun, saya juga sadar, bahwa saya juga harus menemukan cara agar tetap ada pemasukan,” ungkap pria yang mengenakan kaus bertulis W desaign itu.
Dari situlah, lanjutnya, ia kemudian berinisiatif membuat kerajinan yang yang dibutuhkan orang pada saat pandemi, sebagai hiburan. Sehingga terciptalah ide membuat taman gentong.
“Sejak ada pandemi ada anjuran untuk stay at home. Jadi banyak orang yang butuh hiburan, maka saya buatkan taman dalam gentong, serta ada gemericik air yang bisa buat terapi agar rileks,” jelas pria yang mengaku menekuni seni secara otodidak tersebut.
Setelah taman gentong jadi, ia kemudian mempostingnya ke Facebook miliknya. Menurutnya, saat itu langsung banyak yang respon dengan hasil karyanya tersebut. Bahkan ada beberapa yang langsung order.
Dia menuturkan, menjual taman gentongnya dengan harga Rp 450 ribu untuk ukuran kecil. Ukuran sedang ia banderol Rp 850 ribu, dan yang besar ukuran tingginya satu meter dan lebar 50 sentimeter di jualnya Rp 1,8 juta.
Baca juga : Keluar Lapas dengan Kaki Diamputasi, Wawan Bangkit Bikin Kerajinan dari Stik Es
Dia mengatakan, sejak dirintis pada Ramadan lalu, pemesan sudah lumayan. Bahkan pemesan selain dari daerah Kudus dan sekitarnya juga ada pemesan dari Tangerang dan Kalimantan. “Khusus pesanan dari Kudus diantar sampai tujuan, kalau lain daerah ada ongkos kirimnya,” bebernya.
Dia berharap, usahanya itu bisa berkembang jadi besar. Banyak pemesannya, tidak hanya orang Indonesia saja, tapi kelak ia bisa mengekspor hasil karyanya ke luar negeri.
“Saya juga berharap keadaan kembali normal lagi. Serta bagi mereka yang punya jiwa seni yang ingin kerja sama, kita bisa bikin bareng – bareng dan kita pasarkan bersama,” tutup Wahab.
Editor : Kholistiono

