31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKISAHKisah Relawan Pemulasaran...

Kisah Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19, Isolasi di Tandon Air Demi Keluarga

BETANEWS.ID, KUDUS – Kristanto Eko Wibowo (39) beberapa kali mencoba menghubungi seseorang lewat telepon seluler (ponsel) pintarnya. Saat tersambung, ia lantas menyapa seorang anak kecil yang tampil di layar. Sambil memperbaiki letak duduknya di sebuah tandon air, ia tampak asyik bercerita aktivitasnya di tempat tersebut.

Selama beberapa minggu ini, Kristanto memang hanya bisa menemui keluarganya lewat panggilan video. Itu dilakukan setelah dirinya menjadi relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19 yang mengharuskannya untuk isolasi diri.

Kristanto Eko Wibowo sedang melakukan panggilan video di tempat isolasinya yang berada di tandon air. Foto: Ahmad Rosyidi.

Tak hanya Kristanto, beberapa relawan yang lain juga melakukan isolasi dengan menempati beberapa tandon air yang ditata berjejeran di bagian belakang Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus.

- Ads Banner -

Warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu mengaku sudah mengisolasi diri selama 28 hari. Meski rindu sekali untuk bersua dengan keluarga, ia terus menguatkan hatinya untuk bertahan di tempat tersebut.

Baca juga: Didukung Penuh Orang Tua, Indah Mantap Jadi Relawan Medis Covid-19

“Kalau rindu, ya rindu sekali. Karena kita biasanya pakai video callan dengan keluarga. Sama anak-anak, sama istri,” ungkap pria yang bekerja secara serabutan itu.

Menurutnya, isolasi di tandon air dipilihnya demi keselamatan keluarga, lantaran ia takut orang-orang yang dicintainya itu terpapar Covid-19. Pihak keluarga juga tidak merasa keberatan dan selalu mendukung. Pada awal-awal mengisolasi diri, pihak keluarga juga pernah menjenguknya, tapi setelah itu untuk kebaikan masing-masing, berhubungan hanya menggunakan ponsel.

“Demi kebaikan keluarga, jadi ya untuk sementara di sini dulu tidak apa-apa,” kata Kristanto.

Sampai saat ini, pria yang sudah jadi relawan selama 20 tahun itu belum bisa memastikan waktu mengakhiri isolasi di tandor air tersebut. Soalnya, pemakaman jenazah Covid-19 juga belum bisa dipastikan kapan berakhir.

“Rencana (isolasi di tandor air) tergantung pemakaman. Kalau dah selesai, maka pulang ke rumah,” beber Kristnato.

Baca juga: Pemkab Kudus Siap Antarkan Santri Balik ke Pesantren, Ada Uang Sakunya

Hal sama juga diutarakan Siswanto (44) pria yang melakukan isolasi di sebelah Kristanto itu juga sudah lama tidak bertemu keluarganya. Meski begitu, selama menjadi relawan, dia merasa senang karena punya banyak teman. Walaupun ada suka dan duka, dirinya tetap senang menjadi relawan.

“Kalau saya terhitung baru, belum selama Mas Kris. Saya jadi relawan baru sekitar 10 tahun. Jadi bisa sampai mana-mana, punya banyak teman, dan merasa puas kalau bisa membantu orang,” kata warga Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler