BETANEWS.ID, KUDUS – Indah Pucang Sari terlihat sibuk mengecek tekanan darah orang dalam pengawasan (ODP) di Rusunawa Kudus, Sabtu (25/4/2020). Dengan menggunakan alat tensimeter dia mengecek satu persatu para pemudik yang dikarantina di tempat tersebut.
Indah merupakan salah satu relawan tenaga kesehatan dari mahasiswa yang ditugaskan di tempat isolasi ODP. Di Akbid Muslimat NU Kudus, gadis berusia 21 tahun itu mengambil jurusan Kebidanan.
Indah mengaku sudah menanti jadi relawan medis Covid-19 sejak wabah ini menyebar. Selain ingin mempersiapkan diri di dunia kerja, dia juga ingin mengabdi kepada masyarakat.
“Ini momennya tepat. Selain supaya terbiasa di dunia kerja nanti, juga bisa mengabdi,” jelas Indah yang saat ditemui mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap itu.
Baca juga: Pemkab Kudus Libatkan Lima Perguruan Tinggi untuk Bantu Tangani ODP
Sebelumnya, Indah mendapatkan informasi perekrutan relawan dari Instagram. Dia lantas berpikir ide tersebut sangat baik di tengah kebutuhan tenaga medis yang banyak. Saat itu juga mahasiswa semester enam tersebut tertarik untuk gabung.
Setelah cari-cari informasi di kampus, ternyata Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus membuka lowongan tersebut di tempatnya menuntut ilmu.
“Setelah dapat edaran dari Dinas Kesehatan bahwa dibutuhkan relawan untuk Covid-19 dan kemudian turun ke akademi, saya langsung daftar,” bebernya.
Indah mulai diterjunkan sejak tanggal 23 April bersama enam orang rekannya. Selama menangani para ODP, dia bertugas melakukan skrening dan mendampingi dokter.
“Jadi dari Akbid ada enam orang. Empat di Rusunawa dan dua di Balai Diklat Menawan,” tutur warga Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu.
Keikutsertaannya tersebut, lanjut dia, setelah ada dukungan dari kedua orang tuanya. Mereka tidak keberatan anak perempuannya ikut menangani pasien Covid-19.
Baca juga: Sumardi Semringah Bisa Pulang ke Rumah Setelah Jalani Karantina di Rusunawa
“Ibu dan bapak memperbolehkan. Karena mereka yakin pasti sudah ada protokol kesehatan khusus,” tandas Indah yang pernah praktik di RSI Sunan Kudus, RSUD dr Loekmono Hadi, Bidan Praktik Mandiri, Klinik Srikandi Husada dan Puskesmas itu.
Diketahui, Pemkab Kudus telah menerjunkan 48 relawan medis untuk membantu menangani pemudik yang dikarantina di Rusunawa Bakalankrapyak, Balai Diklat Menawan dan Hotel Graha Muria. Mereka berasal dari lima perguruan tinggi kesehatan, yakni Universitas Muhammadiyah Kudus, Stikes Cendekia Utama, Akper Krida Husada, Akbid Muslimat NU, dan Politeknik Kudus.
Editor: Ahmad Muhlisin

