31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKISAHDari Modal Rp...

Dari Modal Rp 4,5 Juta, Sutiyono Jadi Penjual Mesin Fotokopi Terbesar di Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi utara jalan gang Balai Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak beberapa mobil terparkir di halaman sebuah rumah. Masuk ke dalam, tampak mesin fotokopi yang masih terbungkus plastik tertata rapi. Sedangkan di bagian belakang terlihat seorang pria mengenakan kemeja putih sedang memperhatikan beberapa orang yang sibuk memperbaiki mesin fotokopi. Pria tersebut yakni Sutiyono (50) pemilik Ekayana Copy Machine.

Di sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Yono itu berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, sebelum bergelut di bidang usaha fotokopi pada 2000, dia terlebih dulu kerja ikut orang berjualan kertas bersama keponakannya, Eko Wibowo.

Sutiyono, pemilik toko mesin fotokopi Ekayana Copy Machine. Foto: Rabu Sipan

Bersama Eko, lanjutnya, ia keliling Kudus dan Jepara untuk menawarkan kertas. Namun, para pelanggannya itu sering bertanya merek dan toko atau tempat kertas itu berasal, lantaran tidak ada namanya. Waktu itu, ia dan keponakannya spontan menjawab dari Ekayana.

- Ads Banner -

“Ekayana itu gabungan nama ponakanku Eko dan saya Yono,” beber Pria yang dikaruniai tiga anak itu kepada Betanews.id, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Andalkan Purnajual, Ekayana Suplai Mesin Fotokopi Hingga Luar Negeri

Yono mengatakan, tahun 1999 saat negara masih keadaan krisis, ia melihat usaha para pelangganya yang bergerak dalam bidang fotokopi tetap lancar keuangannya. Dia pun berpikir, berarti usaha tersebut sangat menguntungkan. Makanya, ia kemudian berinisiatif merintis usaha yang sama.

“Saya pun kemudian keluar kerja dan merintis usaha jasa fotokopi. Dengan uang Rp 4,5 juta hasil utang ke kakakku, saya beli mesin fotokopi secara kredit,” jelasnya.

Ternyata benar, setelah terjun sendiri di usaha fotokopi, usaha tersebut memang sangat menguntungkan. Meski nilai rupiahnya kecil, tapi persentase keuntungannya sangat tinggi, minimal keuntungan 40 persen.

Setelah usahanya mulai jalan, Yono pun mulai mempekerjakan orang untuk mengurus usaha fotokopinya. Sedangkan ia lebih memilih cari peluang mengembangkan usaha. Saat itu, tuturnya, setiap ada kerusakan fotokopi, ia dan pemilik usaha yang sama di Kudus harus menunggu teknisi dari Semarang. Spare part mesin fotokopi juga tidak tersedia di Kudus.

“Dari situ saya menangkap peluang dan belajar jadi teknisi mesin fotokopi. Karena pelayanan bagus, tidak butuh lama pelanggan saya sudah banyak,” ungkapnya.

Baca juga: Toko WMS, Pusat Helm Terbesar dan Terlengkap di Kudus

Sejak saat itu, banyak pemilik usaha fotokopi di Kudus yang mempercayakan perawatan mesin padanya. Bahkan, saat mereka akan beli mesin fotokopi, biasanya pesan dari Yono. Dari situ, kemudian ia berinisiatif untuk berjualan mesin tersebut.

Dia bersyukur, usahanya kini makin berkembang. Bahkan bisa dibilang, Ekayana itu tempat penjualan mesin fotokopi terbesar di Jawa Tengah. Semua jenis dan merek mesin fotokopi tersedia semua. Di Ekayana itu lengkap, ada mesin fotokopi berbagai merek dan jenis. Mesin fotokopi warna, mesin fotokopi teknologi terbarukan juga tersedia.

“Saya berharap usaha bisa makin berkembang. Serta ke depan mampu punya usaha lainnya agar bisa memberi lapangan pekerjaan bagi orang banyak,” tutup Yono.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler