31 C
Kudus
Kamis, Mei 28, 2020
Beranda Business Dari Usaha Gapit...

Dari Usaha Gapit Wijen, Masruroh Bertekad Biayai Kuliah Anaknya Hingga Sarjana

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, Siti Masruroh (46) tampak sibuk dengan beberapa alat panggang. Terlihat dia beberapa kali menggeser dan membuka alat panggang, untuk menuang dan mengambil adonan yang dianggapnya sudah masak. Setelah dibentuk dengan tangannya, kue gapit tersebut kemudian diletakkan pada lingkaran besi.

Masruroh menuturkan, usaha pembuatan kue gapit wijen yang digelutinya sejak empat tahun yang lalu bisa dikatakan sebagai penopang ekonomi keluarga. Karena dari hasil produksi dan penjualan kue gapit itulah, dia mampu membiayai anak pertamanya kuliah di Kota Gudeg, Yogyakarta.

Siti Masruroh sedang membuat gapit di kediamannya, Selasa (12/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Saya memulai usaha empat tahun lalu. Saya bersyukur, dua tahun setelahnya bisa membiayai kuliah anak di jurusan komputer Universitas Amikom Yogyakarta,” ujanya saat ditemui, Selasa (12/5/2020).

Perempuan yang dikaruniai dua orang anak itu berharap, bisa membiayai kuliah anak pertamanya hingga lulus. Termasuk juga melakukan hal sama kepada anak keduanya yang saat ini akan masuk Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca juga: Demi Punya Rumah Sendiri, Masruroh Tak Kenal Lelah Produksi Gapit Wijen

“Semoga saja usaha kue gapit saya lancar. Sehingga bisa membiayai pendidikan anak kami hingga jenjang tertinggi,” harap warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu.

Sebagai orang tua yang ekonominya pas-pasan, dia merasa sangat bangga jika mampu membekali pendidikan tinggi pada kedua anaknya. Karena menurutnya, pendidikan itu sangat penting.

“Dengan membekali anak kami pendidikan tinggi, saya berharap anak kami kelak bisa sukses,” ungkapnya.

Masruroh menambahkan, saat ini suaminya hanya seorang buruh pocok di perusahaan rokok di Kudus. Kalau berharap dari penghasilan dari suaminya saja, bisa jadi pendidikan anaknya terbengkalai. Oleh sebab itu, empat tahun lalu dia merintis usaha pembuatan gapit wijen.

Baca juga: Resep Turun Temurun yang Membuat Madu Mongso Mbah Uti Selalu Diburu Pembeli

Menurutnya, gapit wijen banyak diminati sebagai suguhan hajatan, serta untuk hidangan lebaran. Di momen-momen itulah, pesanan meningkat. Jika di bulan biasa, dia hanya mampu produksi sepekan tiga kali. Di bulan puasa, produksi dilakukan setiap hari.

“Jumlah produksinya pun ada peningkatan. Jika di hari biasa hanya menghabiskan tiga kilogram adonan setiap berproduksi. Saat bulan puasa saya bisa produksi 12 kilogram adonan setiap harinya. Dari adonan 12 kilogram tersebut, saya mampu memproduksi kue gapit wijen ribuan butir,” tutup Masruroh.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

23,592FansSuka
13,351PengikutMengikuti
4,305PengikutMengikuti
12,024PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Penjualan Mobil di Bursa Mobil Bekas Kudus Turun Drastis

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi selatan Jalan Dewi Sartika, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus tampak ratusan mobil berjejer rapi. Mobil dengan berbagai...

Kisah Mas’ud, Tukang Pijat yang Sukses Jadi Kades Ploso

BETANEWS.ID, KUDUS - Balai Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, siang itu tampak ramai. Beberapa orang terlihat berbincang-bincang di kursi-kursi yang ditempatkan...

Tak Ingin Berpangku Tangan, Pria Difabel Ini Rintis Usaha Pembuatan Jok

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Sunten RT 06 RW 05, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tampak sebuah bangunan beratap asbes. Di...

Sempat Diremehkan, Budi Daya Jamur Tiram Ali Mustofa Kini Siap Ekspor ke China dan Korea

BETANEWS.ID, PATI - Serbuk kayu bercampur kapur bertaburan di sekitar tempat budi daya jamur tiram milik Ali Mustofa (36) di Desa Ngembes,...

Lahir di Keluarga Sederhana, Haryanto Kecil Harus Cari Rumput untuk Ditukar dengan Nasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pojok garasi Perusahaan Otobus (PO) Haryanto yang berada di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak sebuah...

Ganjar: New Normal Belum Bisa Diterapkan Dalam Waktu Dekat

BETANEWS.ID, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyatakan new normal atau kenormalan baru belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Syarat...

Kayla, Model Cilik Asal Kudus Go Internasional

BETANEWS.ID, KUDUS – Kawasan Perumahan Muria Indah II, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak cukup lengang siang itu. Tak terkecuali rumah warna hijau,...