31 C
Kudus
Kamis, Mei 28, 2020
Beranda Business Demi Punya Rumah...

Demi Punya Rumah Sendiri, Masruroh Tak Kenal Lelah Produksi Gapit Wijen

BETANEWS.ID, KUDUS – Siti Masruroh (46) tampak cekatan memasukkan adonan gapit wijen ke dalam alat panggang. Setelah dirasa matang, dia kemudian mengambil dan membentuknya seperti corong. Adukan yang sudah jadi tersebut lantas dikumpulkan di sebuah wadah dari besi yang tak jauh darinya.

Mendekati akhir Ramadan ini, Masruroh memang dapat banyak pesanan gapit yang diberi merek Azkia itu. Rata-rata para pemesan datang sendiri ke rumahnya yang berada di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Siti Masruroh sedang membuat gapit di kediamannya, Selasa (12/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

Dia mengaku mulai membuat gapit wijen sejak empat tahun lalu. Menurutnya, sebelum produksi sendiri, terlebih dulu ia bekerja ikut orang di usaha serupa. Namun, karena tempat kerjanya yang terdahulu berhenti produksi, dia mencoba membuat gapit sendiri, daripada nganggur.

Alhamdulillah, ternyata gapit produksiku banyak diminati dan laku. Untuk pemasaran hanya dari mulut ke mulut para pelanggannya. Kebanyakan orang Kudus sendiri. Ada yang bakul dan perorangan,” paparnya saat ditemui, Selasa  (12/5/2020).

Baca juga: Andalkan Resep Leluhur, Keciput Baskuni Jaya Tetap Bertahan Lebih dari Dua Dasawarsa

Di hari normal, wanita yang sudah dikaruniai dua anak itu biasa produksi tiga kali dalam sepekan. Jika masuk Ramadan, produksi ditingkatkan menjadi setiap hari. Dia berharap, usaha produksi gapit wijennya lancar dan banyak peminat.

Selama ini, Masruroh memang menumpang di rumah mertua, karena belum punya rumah sendiri. Makanya, rintisan usaha ini menjadi salah satu cara agar impian punya hunian bisa segera terwujud.

“Semoga saja usaha saya ini makin lancar dan berkah. Biar kami bisa punya rumah sendiri, tidak numpang mertua dan keluarga lainnya,” harap Masruroh sambil mengaduk adonan bakal gapit di mangkuk.

Menurutnya, dengan tinggal bersama keluarga besar, dia harus bisa memanfaatkan ruangan seadanya, yang penting tetap bisa produksi gapit. Saat ini, dia mengubah ruang tamu keluarga sebagai dapur. Hal itu dilakukannya agar bisa tetap produksi gapit wijen. Mengingat, ruang dapur rumah tersebut sempit dan teras rumah masih berupa tanah liat.

“Awal memproduksi gapit wijen dulunya di teras rumah. Namun sejak daftar produk industri rumah tangga (PIRT) dan ada peninjauan, proses produksi tidak diperbolehkan beralaskan tanah liat. Karena yang diproduksi adalah olahan makanan,” terangnya.

Baca juga: Ani Bagikan Tips Pembuatan Madu Mongso Anti Gagal, Bisa Tahan 1 Tahun

Soal harga, dia mengungkapkan, gapit wijen berbentuk corong dihargai Rp 55 ribu per kilogram. Sedangkan untuk gapit wijen berbentuk linting dijual Rp 60 ribu per kilogram.

“Meski harga per satu kilogram, kami hanya menyediakan dalam kemasan seperempat kilogram, untuk gapit corong. Serta kemasan setengah kilogram untuk gapit linting,” tutup Masruroh.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

23,592FansSuka
13,351PengikutMengikuti
4,305PengikutMengikuti
12,024PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Penjualan Mobil di Bursa Mobil Bekas Kudus Turun Drastis

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi selatan Jalan Dewi Sartika, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus tampak ratusan mobil berjejer rapi. Mobil dengan berbagai...

Kisah Mas’ud, Tukang Pijat yang Sukses Jadi Kades Ploso

BETANEWS.ID, KUDUS - Balai Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, siang itu tampak ramai. Beberapa orang terlihat berbincang-bincang di kursi-kursi yang ditempatkan...

Tak Ingin Berpangku Tangan, Pria Difabel Ini Rintis Usaha Pembuatan Jok

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Sunten RT 06 RW 05, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tampak sebuah bangunan beratap asbes. Di...

Sempat Diremehkan, Budi Daya Jamur Tiram Ali Mustofa Kini Siap Ekspor ke China dan Korea

BETANEWS.ID, PATI - Serbuk kayu bercampur kapur bertaburan di sekitar tempat budi daya jamur tiram milik Ali Mustofa (36) di Desa Ngembes,...

Lahir di Keluarga Sederhana, Haryanto Kecil Harus Cari Rumput untuk Ditukar dengan Nasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pojok garasi Perusahaan Otobus (PO) Haryanto yang berada di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak sebuah...

Ganjar: New Normal Belum Bisa Diterapkan Dalam Waktu Dekat

BETANEWS.ID, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyatakan new normal atau kenormalan baru belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Syarat...

Kayla, Model Cilik Asal Kudus Go Internasional

BETANEWS.ID, KUDUS – Kawasan Perumahan Muria Indah II, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak cukup lengang siang itu. Tak terkecuali rumah warna hijau,...