31 C
Kudus
Rabu, November 30, 2022
BerandaKUDUSBelajar Tes Swab,...

Belajar Tes Swab, Sembilan Tenaga Kesehatan Dikirim ke Salatiga

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengirim sembilan tenaga kesehatan untuk belajar swab Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga. Mengingat, Kudus nantinya bisa melakukan tes swab PCR secara mandiri.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dr Andini Aridewi menuturkan, kesembilan tenaga kesehatan yang dikirim yakni satu dokter spesialis dan sisanya analis laboratorium. Mereka nantinya akan ditugaskan untuk mengoperasikan alat RT-PCR untuk tes swab.

“Jumlah sembilan orang yang dikirim kemarin (7/5/2020) untuk melakukan studi banding di Salatiga,” tuturnya saat ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jumat (8/5/2020).

- Ads Banner -

Baca juga: Djarum Sumbang Alat Tes Swab ke Pemkab Kudus, Hasil Keluar dalam Satu Hari

Selain mengirim tenaga kesehatan, pihaknya juga sudah mempersiapkan lokasi yang nanti digunakan tes swab, yang berada di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

“Artinya Kudus otomatis akan memiliki laboratorium untuk tes swab sendiri,” jelasnya.

Andini menjelaskan, tenaga kerja serta sarana dan prasarana yang disiapkan, sudah sesuai dengan standarisasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan No HK0201/Menkes/234/2020 tentang pedoman pemeriksaan uji RT-PCR bagi laboratorium yang melakukan pemeriksaan COVID-19.

Andini mengungkapkan, tes swab dianggapnya sangat penting untuk penanganan Covid-19. Menurutnya, tes swab menjadi patokan sesorang terkonfirmasi positif atau negatif Covid-19.

“Tes swab PCR menjadi diagnosa seseorang terkonfirmasi positif Covid-19,” tuturnya.

Selama ini, pihaknya harus melakukan tes swab di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang, BBTKLPP Yogyakarta dan B2P2VRP Salatiga. Selanjutnya, waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasilnya yakni lima sampai tujuh hari.

“Dengan kita memiliki sendiri, waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasilnya, yakni satu hari saja. Kapasitas per hari bisa sampai 90 swab” terangnya.

Baca juga: Pemkab Kudus Bantu Isolation Transport untuk Tujuh Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, alat RT-PCR yang akan digunakan yakni bantuan dari PT Djarum. Alat tersebut sudah dikirim dari Tiongkok dan datang di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

“Jadi hari ini dikirim ke sini (Kudus),” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya alat tersebut, untuk mengetahui seseorang positif atau negatif Covid-19 akan lebih cepat. Ini tentu akan berpengaruh besar terhadap penangan Covid-19 di Kudus.

“Ini kami sudah kirim tenaga medis untuk belajar di Salatiga. Jadi ketika alat sudah datang, operator sudah siap,” tutup Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler