BETANEWS.ID, KUDUS – Rintik hujan di sekitar Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus mulai reda, saat Akhlish Fuadi (30) membuka toko konveksinya yang dinamai ‘Abyadl Toko & Konveksi’, Kamis (2/4/2020).
Sambil membersihkan tokonya, pria yang biasa disapa Acik itu menjelaskan awal mula memproduksi masker yang ternyata dilakukan secara mendadak, saat ada pesanan dalam jumlah besar. Sebelumnya, sehari-hari ia memproduksi seragam sekolah meliputi seragam, sabuk, kaos kaki, kaos olahraga dan kebutuhan lain.

Pria berkacamata itu mengatakan, pengalihan produksi seragam sekolah ke pembuatan masker adalah untuk mencukupi kebutuhan pasar setelah merebaknya Virus Corona. Langkah ini diambil, lantaran banyak permintaan dari pelanggan untuk menyediakan salah satu barang penting dalam menghadapi pandemi itu.
“Kami sempat kewalahan. Namun akhirnya kami memfokuskan diri untuk memproduksi masker. Kemarin juga ada yang pesan Alat Pelindung Diri (APD), tapi kami tidak mampu,” beber Acik sambil memperlihatkan proses produksi masker di tempatnya.
Acik menegaskan, pihaknya tidak bermaksud mengambil untung di tengah wabah Covid-19 ini. Pengalihan produksi semata-mata karena ada banyak yang memerlukan.
“Sekarang memang sedang memproduksi masker. Tapi dari awal tidak ada niatan untuk memanfaatkan momen apapun. Buktinya kami baru produksi sekitar satu minggu ini, bukan awal-awal ada wabah itu,” ungkapnya.
Baca juga: Awalnya Ingin Lihat Produksi, Tiba di Pabrik Ganjar Borong 10.000 APD
Sambil memperlihatkan beberapa contoh masker, Acik melanjutkan, pihaknya memproduksi tiga jenis masker dari bahan kain drill, polyester, dan katun. Dari jenis itu, kain drill jika dipakai lebih panas, sedangkan polyester dan katun tidak terlalu panas.
Baca juga: Satgas Anti-Corona Berugenjang Pantau Warga dari Rantau
“Untuk harga kami samakan yaitu Rp 5 ribu. Padahal kalau dihitung dari segi bahan, harganya beda-beda. Paling mahal memang kain drill. Lagi-lagi karena kami tidak bermaksud mengambil momen, jadi ya, pokoknya niat produksi karena ada yang membutuhkan,” pungkas pria berkacamata itu.
Editor : Ahmad Muhlisin

