31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Berbekal Pengalaman dan Doa Orang Tua, Priyo Sukses jadi Penebas Kencur

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria dan wanita paruh baya mengenakan caping bambu tampak duduk di atas tanah di sebuah ladang, di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Sengatan sinar matahari dan semilir angin menemani mereka memisahkan gumpalan tanah dari kencur yang baru saja dipanen. Sesekali terdengar canda tawa mereka untuk hiburan di sela kegiatan memanen kencur.

Di ladang tersebut, juga terlihat seorang pria mengenakan topi hitam. Pria itu tampak memperhatikan kegiatan memanen satu di antara komoditas empon – empon tersebut. Pria itu yakni Supriyo (52), yang merupakan penebas kencur. Selain memperhatikan para pekerjanya, sesekali dia memeriksa kencur hasil panen yang dibelinya itu.

Para pekerja sedang memanen kencur di salah satu ladang. Foto : Rabu Sipan

Pekerjaan jadi penebas kencur sudah dijalaninya satu dasa warsa. Namun, untuk jadi penebas kencur, tuturnya, dirinya membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Karena memang keterbatasan modal.

-Advertisement-

“Saya itu terlahir dari keluarga tidak mampu. Sejak lulus SMP saya langsung kerja serabutan ikut orang. Dari kuli tebang tebu, kuli ladang, nimbang tebu dan lainnya. Bahkan upahnya dulu itu sehari Rp 1500,” ujar pria yang akrab disapa Priyo kepada betanews.id, Sabtu (18/4/2020).

Baca juga : Meski Pernah Rugi Puluhan Juta, Priyo Tak Patah Semangat jadi Penebas Kencur

Belasan tahun kerja jadi kuli lanjutnya, pada tahun 2000 Priyo menikah. Setelah menikah, dia mengaku mencoba bertani kencur dengan modal tabungan sewaktu muda. Uang modal itu digunakannya untuk menyewa tanah, beli bibit serta perawatan kencur hingga panen.

“Saya sadar, karena memang anaknya orang tidak mampu, jadi harus hemat dan menabung. Dari tabungan itu saya buat modal bertani. Aku bersyukur dari bertani kencur itu lama – kelamaan saya punya modal untuk terjun jadi penebas kencur,” ujarnya sambil tersenyum.

Pria warga RT 01 RW 15, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus itu mengatakan, khusus menjadi penebas kencur. Tanaman kencur para petani yang masih di ladang itu dia beli secara borongan. Kalau perhitungannya tepat, Priyo akan untung, tapi jika meleset dia pun akan merugi.

Baca juga : Dari Produksi Keripik, Abdul Banting Setir Bisnis Kopi Itheng

“Ya namanya juga usaha terkadang untung, kadang juga rugi itu lumrah. Namun alhamdulillah berbekal pengalaman, selama ini lebih banyak untungnya dari pada ruginya,” ujarnya.

Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu mengaku bersyukur, dari usaha membeli secara borong kencur di ladang petani itu hasilnya sudah lumayan banyak. Dia mengaku, bisa beli tanah, mobil truk untuk operasional, serta juga punya mobil keluarga, serta mampu menguliahkan anaknya.

“Saya bersyukur meski tidak dibekali harta orang tua. Namun saya punya bekal doa orang tua, sehingga usaha yang saya jalani selama ini sudah terlihat hasilnya. Semoga usaha saya makin lancar dan berkah,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER