BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan pasang sepatu tampak terjejer rapi di samping rumah. Seorang pria mengenakan kaus singlet berwarna putih terlihat sedang menggantungkan beberapa pasang sepatu. Dia yakni Slamet (58), pemilik Bursa Sepatu Second Kudus.
Setelah menggantungkan sepatu, dia sudi berbagi kisah kepada betanews.id tentang usahanya itu. Sebelum membuka Bursa Sepatu Second, dia pernah berada di masa-masa sulit. Slamet pernah hampir kehilangan rumah karena utang bank.
“Waktu itu kondisi ekonomi saya memang sedang sulit. Jadi saya meminjam uang dengan jaminan rumah untuk modal berangkat ke Malaysia. Rencana mau ikut teman kerja menjadi kuli bangunan, ternyata malah disuruh kerja di hutan. Saya tidak tahan jadi lebih baik pulang,” ungkap warga Desa Megawon RT 01 RW 02, Kecamatan Jati, Kudus itu.
Baca juga : Sepatu Safety Paling Diburu di Bursa Sepatu Second
Pada Tahun 1999, dia meminjam uang Rp 8 juta. Yang Rp 6 juta dia gunakan untuk biaya ke Malaysia dan sisanya diberikan ke istrinya. Setelah pulang karena gagal kerja di sana, dia malah kena tipu. Uang arisan yang dia ikuti malah dibawa kabur temannya.
“Saat itu saya benar-benar terpuruk, sudah jatuh tertimpa tangga. Saya benar-benar memeras pikiran dan tenaga untuk bangkit. Saya bersyukur ada teman yang menawarkan pekerjaan, menjual tanah kavling,” terangnya, Sabtu (14/3/2020).
Slamet juga menambahkan, jika dirinya memang dari dulu menjadi pedagang kaki lima. Dia juga pernah bekerja sebagai kuli bangunan, tetapi pekerjaan itu demi mencari modal untuk berjualan. Menurutnya, dia menghidupi anak istrinya juga dari hasil berdagang kaki lima.
Baca juga : Gunakan Trik Pemasaran Warisan Orang Tua, Produk Sinta Shoes Tetap Digemari Konsumen
“Saya pernah dagang di Jakarta, modal utang Rp 500 ribu. Kurang lebih dua tahun hidup di sana. Anak sakit tidak bisa pulang karena tidak punya uang. Saya bersyukur sekarang anak-anak sudah besar dan ekonomi saya juga sudah membaik,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

