SEPUTARKUDUS.COM, JATI KULON – Raut muka Abdul Mukti (31) tampak menahan sakit saat jarum selang kantung darah ditusukkan pada tangan kanannya. Sesekali dirinya terlihat memejamkan mata sambil berbaring di atas ranjang berwarna merah. Dengan dibantu petugas Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus, Mukti sedang melakukan donor darah untuk anaknya yang terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepada Seputarkudus.com Mukti mengatakan, sudah enam hari ini anaknya dirawat di Rumah Sakit Buah Hati Kudus. Anaknya yang masih berumur 11 tahun membutuhkan darah O untuk penyembuhan. Saat melakukan donor darah Mukti mengaku sedang menjalankan ibadah puasa. “Ini demi anak. Nanti kalau masih kuat puasa ya dilanjut. Kalau tidak kuat mau apa lagi,” tuturnya saat ditemui ketika dirinya sedang donor darah, akhir pekan lalu.
Warga Desa Lambangan, Kecamatan Undaan, Kudus, itu sebelum melakukan donor darah sudah mencari stok darah ke banyak tempat. Dia juga datang UUD PMI Kudus untuk melihat stok. Karena stok darah kategori plasma kaya trombosit atau platelet rich plasma (PRP) habis, dirinya harus berdonor darah. “Baru pertama kali ini saya donor. Anak saya sudah kritis,” tambahnya.
Menurut Humas UUD PMI Kudus Praptiningsih, pada 27 Mei 2017 UUD PMI Kudus memiliki stok darah sehat 902 kantong dan darah karantina 28 kantong. Dia merinci, dari jumlah 902 kantong darah sehat terdapat golongan darah A 223 kantong, B 310 kantong, AB 76 kantong dan O 293 kantong. “Untuk trombosit dan plasma tidak ada stok. Makanya bapaknya harus donor sendiri,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, tidak adanya stok darah PRP juga terpengaruh dengan masa kedaluwarsa darah yang terbilang singkat hanya enam jam. Menurutnya, saat pasien butuh plasma dan trombosit harus ada pendonor yang langsung mendonorkan darahnya. Berbeda untuk kategori darah lengkap. Menurut Prapti untuk darah biasa dapat bertahan selama 35 hari. Selebihnya akan dibuang karena sudah expired.
“Darah disimpan dengan suhu dua sampai enam derajad. Jika lebih dari 35 hari ya sudah expired,” terangnya.
Prapti berharap, selama bulan Ramadan stok darah yang dimilikinya akan memenuhi kebutuhan hingga Lebaran tiba. Dirinya mengaku tidak akan memberikan stok darah yang ada di UUD PMI Kudus kepada kabupaten lain selagi kebutuhan stok darah di Kudus belum melimpah. Menurutnya, angka 902 kantong darah dianggapnya masih setabil. Dikatakan melimpah jika di atas 1.000 kantong darah.
“Kalau tidak aman antara 400 sampai 500 (kantong darah). Semoga stok yang ada bisa sampai lebaran,” tambahnya.

