SEPUTARKUDUS.COM, JANGGALAN – Seorang perempuan berkaus hijau tampak mengambil pakaian yang dijemur di belakang rumah. Setelah diambil, dirinya mengecek pakaian satu demi satu. Perempuan tersebut yakni Umi Masruroh (29), warga Desa Janggalan, Kecamatan Kota. Pakaian yang baru saja diambil dicek, karena menurutnya sejak pekan lalu, masyarakat desa setempat mendapat “teror”, banyak pakaian dan sandal milik warga hilang. Namun anehnya pakaian yang hilang hanya sebagian.

Kepada Seputarkudus.com dirinya menceritakan, pada Rabu (19/4/2017) malam beberapa pakaian yang dijemur hilang. Hal tersebut diketahuinya pada Kamis (20/4/2017) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Selain pakaian, sandal yang berada di depan rumah pun ikut raib. Anehnya, sandal yang hilang hanya sebelah.
“Ini pakaian saya belum ketemu. Terutama seragam anak saya. Bawahannya hilang namun atasannya masih,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya RT 2 RW 1, Desa Janggalan, belum lama ini.
Umi mengaku geram dengan pelaku yang berbuat iseng tersebut. Menurutnya, pakaian yang diambil pelaku sebagian dibuang di area persawahan, kolam lele, selokan dan di atap rumah. “Pakaian saya yang hilang ada sekitar 30,” jelasnya.
Karena pakaian hilang, anaknya Darul Ilmi (8) tidak bisa masuk sekolah di SDN 2 Purwosari. Menurutnya, seragam yang akan dikenakan anaknya untuk sekolah belum juga ketemu. “Tadi pagi sekitar 05.00 WIB saya keluar rumah. Saat buka pintu saya kaget seluruh baju di jemuran hilang. Saya teriak-teriak, eh malah hampir keseluruhan (warga),” terangnya.
Menurutnya, kejadian ini baru pertama kali. Di lingkungannya tinggal warga memang sering menjemur pakaiannya saat malam hari. Karena biasanya saat sore hari baju dicuci, dan paginya biasanya sudah kering. “Di sini sudah biasa menjemur pada malam hari. Biasanya juga tidak ada apa-apa,” tambahnya.
Solikin (65) tokoh desa setempat yang pernah menjabat sebagai Ketua RW 1 Desa Janggalan tak menampik adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu hampir merata di RW 1 Desa Janggalan. “Di RW 1 ada enam RT. Yang pakaiannya tidak hilang hanya di RT 5 saja. Jumlahnya ada 19 KK,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya.
Menurutnya, kejadian hilangnya pakaian di jemuran diperkirakan dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB sampai 04.00 WIB. Hal tersebut dilakukan lebih dari dua orang. Seluruh pakaian yang ada di jemuran diambil dan dibuang di sawah, kolam lele, selokan air, atap rumah sampai di Taman Ganesha dan Mall Ada. Selain itu, juga ada ayam warga yang hilang namun ditemukan di Mall.
Dengan adanya kejadian tersebut pihaknya belum melaporkan kepada pihak yang berwajib. Menurutnya, dirinya masih perlu melakukan koordinasi internal warga untuk mencari tahu penyebab teror tersebut dilakukan. Dia mengaku, warga yang terkena teror tidak pernah berkonflik dengan desa atau kelompok lain. “Saya akui, di sini memang jarang ada siskampling,” tambahnya.

