SEPUTARKUDUS.COM, GONDANGMANIS – Di tepi Jalan Kampus UMK, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, tampak bangunan dengan dinding bercat hitam. Di dalam bangunan tersebut tampak beberapa orang sedang sibuk mengantarkan aneka menu kepada para pelanggan, yang saat itu memenuhi hampir semua tempat duduk yang tersedia. Di kasir telihat seorang perempuan mengenakan kaus oblong warna hitam sedang melayani pemesan. Perempuan tersebut bernama Ana Puji Lestari (23) pemillik Cafe Mungil VJO Mi Setan.

Di sela aktivitasnya tersebut, perempuan yang akrab disapa VJ itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya. Dia mengungkapkan membuka usaha kuliner yang diberi nama Cafe Mungil VJO Mi Setan pada tahun 2015. Namun usaha kuliner dijalaninya secara tak sengaja, karena dirinya sebenarnya bercita-cita memiliki usaha distro. Namun karena tidak punya modal, setelah lulus sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) tahun 2007, dia lalu kerja kepada orang.
Baca juga: Menyajikan Menu Pedas Berlevel, Omzet Cafe Mungil Tak Seimut Tempatnya
“Waktu itu aku kerja di konter selama setahun dengan gaji Rp 250 ribu per bulan. Setelah setahun bekerja aku memutuskan keluar dan pindah kerja di rumah makan di Pati. Namun karena tidak kerasan dua hari aku langsung keluar. Setelah keluar, dengan modal Rp 1 juta hasil kerja di konter selama setahun itu aku buat modal usaha olshop pakaian pria dan jualan pulsa,” ungkapnya saat ditemui belum lama ini.
Warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kudus itu mengungkapkan, saat itu usaha olshopnya lumayan laris, sehari bisa menjual sekitar 10 pcs. Dan usaha penjualan pulsanya juga punya banyak pelanggan, terutama tetangga dan temannya. Karena ingin cepat mendapatkan modal usaha, pada tahun yang sama, dia menerima tawaran kerja di distro di desanya.
Menurutnya, selain ingin dapat tambahan penghasilan, bekerja di distro itu juga agar dirinya bisa mendapatkan pengalaman mengelola usaha distro. Dia mengaku bekerja di distro selama dua setengah tahun. Setelah itu dia kerja pada penjual jus buah. Namun karena tidak cocok dengan pemiliknya, dia memutuskan untuk keluar.
“Dari penghasilan kerja yang aku tabung, dan jualan olshop serta pulsa aku punya tabungan Rp 6 juta. Karena nominal tersebut masih kurang untuk buka distro, lalu aku mulai usaha berjualan jus buah,” ungkapnya.
Perempuan yang sudah menikah enam bulan lalu itu mengatakan, berjualan jus buah selama dua bulan. Dan selama itu dia mengaku rugi dan modalnya hanya tersisa Rp 2 juta. Setelah itu, untuk memutar uangnya lagi VJ buka usaha patungan bersama temannya dengan membuka semacam terminal es. Namun sayang, usaha tersebut gagal total dan uangnya habis.
“Setelah modal awal habis, aku mulai usaha lagi berjualan jus buah di depan UMK dengan modal dari jualan olshop sebesar Rp 1 juta. Namun karena ada masalah, saya diusir. Padahal waktu itu jualan jus buahku lumayan laris. Setelah itu aku mencoba peruntungan dengan menjual nasi goreng,”
Dia mengatakan, awal jualan nasi goreng itu lumayan laris, bahkan bisa meraup omzet Rp 1,5 juta sehari. Namun karena panasnya, persaingan akhirnya jualan nasi gorengnnya sepi pembeli. VJ kemudian berinisiatif berjualan mi setan di depan Kampus UMK dengan harga Rp 5 ribu seporsi. Menurutnya, inspirasi itu timbul karena anak muda saat ini gemar dengan masakan pedas.
“Mi Setan jualanku sangat diminati mahasiswa. Dan pelangganku juga sudah banyak. Karena tempat jualanku dulu sangat sempit dan kecil lalu aku namakan Cafe Mungil VJO Mi Setan. Di tempat mungil tersebut aku mampu menjual 100 porsi mi setan sehari,” ungkapnya.

