SEPUTARKUDUS.COM, GONDANGMANIS – Puluhan kendaraan roda dua tampak terparkir di halaman kafe di Jalan UMK Desa Gondangmanis, Kecamatan Undaan, Kudus. Terlihat beberapa orang keluar dan masuk bangunan berdinding warna hitam tersebut. Di dalamnnya terlihat sejumlah pengunjung sedang asyik menyantap hidangan, dan sebagian lainnya sedang menunggu hidangan sembari selfi serta ngobrol bersama temannya. Kedai tersebut yakni Cafe Mungil VJO Mi Setan, yang menghidangkan aneka masakan pedas berlevel.

Kepada Seputarkudus.com, Ana Puji Lestari (23) pemiliki Cafe Mungil VJO Mi Setan sudi berbagi penjelasan tentang kedainya tersebut. Dia mengungkapkan, kafenya tersebut menyajikan aneka masakan unggulan yang memiliki rasa ekstra pedas. Rasa pedas yang disajikan memiliki level. Level pedas tertinggi yang ditawarkan kepada pengunjung mencapai hingga level 100.
“Setiap level itu takarannya satu sendok sambal cabai setan. Dan setiap naik level berarti tambah takaran cabainya. Jadi saat ada pelanggan ada yang berani pesan menu dengan pedas level 100, berarti masakan tersebut dikasih 100 sendok,” jelas perempuan yang akrab disapa VJ kepada Seputarkudus.com beberapa waktu lalu.
Warga Desa Cendono, Dawe, Kudus itu mengatakan, sejak buka pada tahun 2016 di depan kampus Universitas Muria Kudus (UMK), dan sekarang pindah di sebelah timur kampus, belum pernah ada satupun pelanggan yang berani mencoba pedas level 100. Menurutnya, paling banyak dipesan pelanggan itu level satu hingga enam.
“Meski belum pernah ada yang mencoba menu dengan tingkat kepedasan level 100, namun pernah ada pelanggan yang memesan menu dengan kepedasan level 31, 60 , bahkan ada yang nekat sampai menghabiskan mi setan level 80,” ujarnya.
Perempuan yang melepas masa lajangnya enam bulan lalu itu mengungkapkan, Cafe Mungil menyediakan aneka menu di antaranya, Mi Setan, Mi Iblis, Mi Malaikat, Mi Bentrok, yang dijualnya dengan harga Rp 6 ribu seporsi. Untuk ukuran jumbo ditawarkan dengan harga Rp 11 ribu seporsi.
Selain itu, Cafe Mungil juga menyediakan aneka mi goreng, nasi ayam geprek, aneka nasi goreng, serta mi kuah yang dijual antara Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu seporsi. Menurutnya aneka menu tersebut bisa disajikan dengan rasa original dan pedas berlevel sesuai pesanan pelanggan.
“Sebegai penawar pedas kami juga menyediakan aneka minuman, di antaranya, Es Pocong, Es Tuyul, Es Sundel Bolong, Es Genderuwo. Selain itu kami juga menyediakan es capucino, es coklat, es sirup, es jeruk dan es teh,” urainya.
Dia mengatakan, dia pindah di sebelah timur kampus atas saran pelanggan, karena tempatnya yang sempit, Cafe Mungil tidak pernah sepi pembeli. bahkan dia mengaku, mampu menjual aneka menu disajikan di Cafe Mungil sekitar 600 porsi sehari dan mampu meraup omzet sekitar Rp 3 juta sehari.
“Itu omzet rata-rata sehari, sedangkan sebulan aku mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 70 juta. Kami berjualan sepekan enam hari, Minggu kami libur,” ungkapnya.
Dia berharap aneka menu di Cafe Mungil makin diminati banyak orang dan kelak bisa makin berkembang dan membuka cabang. “Sebenarnya sudah ada beberapa orang yang datang untuk menawarkan kerjasama. Namun aku tolak, sebelum aku punya cabang di lain daerah,” ungkapnya.

