SEPUTARKUDUS.COM, PANJUNAN – Beberapa perempuan duduk bergerombol di tepi Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kota, Kudus pada acara Car Free Day Minggu pagi lalu. Beralaskan tikar tampak seorang perempuan mengenakan kerudung kuning sedang melukis pada telapak tangan seorang anak perempuan. Perempuan berkerudung kuning tersebut bernama Laili Umil Khoiriyah (27), penyedia jasa pelukis henna.

Seusai melukis tangan pelanggannya, perempuan yang akrab disapa Laili itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usaha jasa henna. Dia mengungkapkan, mulai menerima order jasa lukis henna sejak tahun 2014. Namun kata dia, mulai menyukai henna semasa masih sekolah aliyah pada tahun 2008. Pada saat itu dia mengaku sering melukis tangannya sendiri dengan berbagai hiasan menggunakan bubuk semir rambut.
“Aku melukis henna menggunakan bubuk semir rambut lumayan lama. Hinnga pada tahun 2013 aku mendapatkan formulasi tinta henna yang diimpor lansung dari India. Sejak itu aku makin semangat belajar melukis henna dan cari referensi di Youtube,” ungkapnya.
Warga Desa Demangan, Kota, Kudus, itu mengungkapkan, belajar melukis henna dan secara otodidak lewat tutorial Youtube selam setahun. Pada tahun 2014 dia mengaku mulai berani buka order jasa melukis henna. Untuk mempromosikannya, Laili beberapa kali tak memungut biaya para tetangganya yang ingin dilukis tangannya.
“Sejak saat itu aku mulai dikenal banyak orang sebagai pelukis henna dan dari kabar dari mulut ke mulut order berdatangan. Selain itu aku juga aktif menawarkan jasa melukis henna melalui beberapa media sosial. Di antaranya Facebook dengan akun Laili Umil Khoiriyah dan Instagram dengan dengan akun lelyinaikudus,” ungkapnya.
Perempuan yang sudah dikaruniai satu anak itu mengatakan, mematok harga mulai Rp 10 ribu untuk jasa lukis henna pada anak-anak. Sedangkan remaja hingga dewasa yang ingin menggunakan jasanya dibebankan biaya mulai Rp 15 ribu. Selain itu, dia juga menerima jasa lukis henna untuk acara pernikahan yang ditarifnya mulai Rp 100 ribu untuk motif simpel.
“Harga tersebut tergantung dari pemilihan motif para pelanggan. Karena motif henna itu ada macam pilihannya, bahkan hingga ratusan. Dan aku siap melayani apapun motif keinginan para pelanggan. Saat ini yang paling diminati itu motif flower, motif garis dan mandal atau lingkaran,” ujarnya.
Dia mengatakan, sebenarnya melukis henna itu kegiatan sambilan di sela rutinitasnya menjadi seorang guru. Karena kalau mempunyai sampingan yang berasal dari hobi itu akan sangat mengasikkan dan tidak terbebani. Dia mengungkapkan, dalam sebulan ada sekitar 10 orang untuk dilukis henna.
“Biasanya saat ramai order itu pas acara perpisahan sekolah, menjelang Ramadhan, dan menjelang Lebaran. Pada waktu itu sehari saja aku pelanggan sampai arti. Dan sehari aku mampu melukis henna 20 sampai 25 orang,” ujarnya.

