SEPUTARKUDUS.COM, MLATI NOROWITO – Dua mobil tampak terparkir di tepi Jalan HOS Cokroaminoto Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kudus. Kendaraan roda empat tersebut terparkir di depan Lembaga Pendidikan Keahlian (LPK) Arra Corses. Di dalamnya tampak seorang pria memakai kemeja lengan pendek sedang mengamati seorang perempuan sedang melayani pelanggan. Pria tersebut bernama Agus Suprayitno (25), pemilik lembaga tersebut.

Di sela aktivitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Agus itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usaha lembaganya itu. Dia mengungkapkan, mulai buka usaha pelatihan sopir itu Bulan Agustus 2016. Niat awal membuat lembaga itu, dirinya ingin menjadi suami siaga.
“Saat aku menikah pada tahun 2015 dan istriku hamil setahun berikutnya, aku lalu memutuskan keluar dari kerjaan agar aku bisa siaga, menjaga, menemani dan mengantar istriku kemana saja. Karena menganggur dan tidak ada penghasilan, lalu aku berinisiatif membuka pelatihan sopir memanfaatkan mobil yang aku miliki saat masih lajang,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.
Warga Desa Rendeng, Kecamatan Kota, itu mengatakan, saat itu belum menyewa tempat untuk kantor. Agus hanya mengabari para koleganya melalui HP, bahwa dirinya menerima privat pelatihan sopir mobil. Menurutnya, responnya bagus saat ada saudara dan teman para pelangganya tersebut yang ingin belajar menyetir dikenalkan padanya.
“Sebelumnya saya bekerja di lembaga serupa selama lima tahun. Intinya pada waktu itu, istilahnya aku menjemput bola. Terkadang juga menawari teman, saudara yang ingin bisa menyetir bisa aku bimbing. Selain itu aku juga mempromosikan di Facebook. Karena memang tidak punya kantor dan keterbatasan modal, jadi promosi ya dari mulut ke mulut,” ungkapnya.
Pria yang sudah dikaruniai satu anak itu mengatakan, setelah berjalan sebulan dan sudah memiliki kepercayaan dari pelanggan, dirinya mengaku menyewa tempat untuk kantor. Demi keinginannya tersebut, dia mengeluarkan modal hingga Rp 100 juta, untuk menambah armada dan sewa tempat.
“Total uang tersebut hasil dari aku menabung selama bekerja dan patungan dari istriku. Aku bersyukur sejak ada kantor, usaha LPK setir mobilku mulai dikenal. Sekarang aku sudah memiliki lebih dari 100 member,” ungkap Agus yang memberi nama usahanya Arra Courses.
Dia mengungkapkan, melayani kursus setir mobil dengan dua intruktur berpengalaman, dengan biaya yang terbagi dalam beberap paket. Di antaranya, paket biasa dengan tarifnya Rp 300 ribu latihan selama empat jam. Paket ekonomis pertemuan delapan jam dengan biaya Rp 500 ribu. Sedangkan paket privat biayanya Rp 640 ribu untuk 12 jam.
“Ada juga paket khusus seharga Rp 70 ribu sejam. Lama waktu pertemuan bisa disesuaikan, sesuai keinginan pelanggan. Begitu juga dengan jadwal, kami sangat fleksibel. Itu semata-mata demi kenyamanan dan kepuasan para pelanggan,” ungkapnya.

