Meski Terjatuh dan Kakinya Sakit, Nawa Merasa Puas Bisa Nostalgia dengan Permainan Tradisional

SEPUTARKUDUS.COM, RENDENG – Ratusan orang tampak berkumpul di sudut lapangan Desa Rendeng, Kota, Kudus. Di tepi lapangan, terlihat seorang perempuan mengenakan kaus biru tua dengan jilbab hitam sedang memegangi kakinya. Sesekali dia teriak memberi semangat kepada temannya yang sedang bertanding permainan Gobak Sodor. Perempuan itu yakni Chusnawati Sa’idah (20), kakinya sakit karena terjatuh saat ikut bermain permainan Satu Langkah Satu Tujuan.

Permainan Gobak Sodor di Kudus 2017_3_11
Permainan Gobak Sodor di Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Nawa begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang kakinya yang sakit karena terjatuh. Dia mengatakan, dirinya terjatuh karena permainan Satu Langkah Satu Tujuan. Dalam permainan tersebut dirinya harus menggunakan satu kaki dan butuh kerja tim. Saat itu timnya goyah saat mulai berjalan dan membuat semuanya terjatuh.

“Permainan tadi itu kakinya harus saling terkait, terus lompat-lompat sampai garis finish. Dan tadi tim kami jatuh, jadi kalah,” terang warga Desa Kaliputu, Kota Kudus itu, Jumat (10/3/2017) sore.

-Advertisement-

Meski kakinya sakit, Nawa mengaku merasa puas bisa bermain permainan tradisional yang sudah lama tidak dia mainkan. Dan terasa lebih istimewa karena dia bermain dengan teman-temannya Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Kudus. Menurutnya, saat ini banyak anak-anak yang tidak mengenal permainan tradisional.

“Saya sudah lama sekali tidak bermain permainan seperti ini, terutama Gobak Sodor itu. Saya rasa masih banyak permainan tradisional lain yang perlu kita lestarikan bersama-sama. Selain untuk berinteraksi sosial, itu menjadi warisan yang perlu kita jaga,” jelas anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Tak jauh dari tempat Nawa duduk, terlihat seorang pria mengenakan peci hitam membawa pengeras suara bersorak memberi semangat. Pria itu adalah Saiful Huda (21), Satu di antara 60 panitia kegiatan Festival Permainan Tradisional yang diselenggarakan oleh IPNU dan IPPNU Kudus. Dia menjelaskan kegiatan tersebut adalah bagian dari rangkaian kegiatan hari lahir IPNU dan IPPNU.

“Kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan hari lahir IPNU dan IPPNU. Sebelumnya tanggal 20 Februari 2017 hingga 27 Februari 2017, kami ada lomba membuat meme, yang mendapat like paling banyak itu yang menang. Tanggal 27 Februari 2017 kami ziarah ke makam pendiri IPNU dan IPPNU Kudus. Kemudian tanggal 1 Maret 2017 kami melaksanakan tasyukuran dan sarasehan dengan alumni. Dan ini terakhir, Festival Permainan Tradisional,” jelas Huda sapaan akrabnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WIB hingga 18.00 WIB itu diselenggarakan oleh IPNU dan IPPNU Kudus. Peserta dalam kegiatan berjumlah kurang lebih sekitar 300 orang, yang terdiri dari sembilan pengurus anak cabang (PAC) IPNU dan IPPNU tingkat kecamatan. “Tadi ada tiga permaian, Gobak Sodor, Lari Bakiak, dan Satu Langkah Satu Tujuan,” ungkap warga Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER