Beranda blog Halaman 1941

Wah, Selain Tari Kretek, Kudus Ternyata Punya Tari Jenang yang Menjadi Identitas Warga Kaliputu

0
SEPUTARKUDUS.COM, KALIPUTU – Suara kendang berpadu rebana mengawali pementasan tari digelar Tradisi Tebokan di halaman Balai Desa
Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus. Muncul tiga penari, dua perempuan membawa tampah dan satu laki-laki. Mereka membawakan Tari Jenang, yang menggambarkan masyarakat Kaliputu sebagai penghasil camilan khas Kudus.

Tari Jenang Tradisi Tebokan. Foto: Imam Arwindra

Wahyudi (24) sang pencetus Tari Jenang menuturkan, tarian
tersebut menceritakan proses pembuatan jenang  dari awal hingga akhir. Menurutnya, tari ini
dibuat untuk menunjukkan identitas Desa Kaliputu yang selama ini dikenal sebagai penghasil jenang. 

”Tarian Jenang ini sebagai maskot dan identitas Desa Kaliputu,
menceritakan proses pembuatan jenang” ungkapnya saat ditemui
Seputarkudus.com usai pentas.

Pria gondrong itu menuturkan, Tari Jenang dibuat karena permintaan satu perangkat desa setempat, yakni Fathah Sudarmaji. Menurutnya, Desa Kaliputu butuh maskot yang akan dijadikan identitas. 

”Saya ini hanya seniman biasa, kebetulan memang suka seni, ” ungkap Kisrut, sapaan akrapnya, yang sering
tampil sebagai dagelan saat pementasan wayang kulit.

tari jenang kudus

Dia melanjutkan, Tari Jenang selesai dibuat pada 2013. Versi aslinya, jumlah penari ada
10 orang, empat laki-laki dan enam perempuan. Karena ada keterbatasan, dalam Kirab Tebokan tahun ini hanya ditampilkan ada tiga penari. 

Tari Jenang yang diciptakan itu, katanya, pernah tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada 2014. “Penari Tari Jenang sebagian besar dari pemuda Desa Kaliputu,” tambahnya.

Kisrut menjelaskan, musik yang digunakan yakni perpaduan antara
musik Jawa dan Arab. Dia menyebutnya Mujarab, musik Jawa dan Arab. Musik-musik
tersebut terdiri dari kendang dan rebana. 

Kisrut alias Kisrut. 

Kisrut menuturkan, jumlah gerakan
dalam Tari Jenang terdapat 100 gerakan lebih, dengan durasi waktu sekitar
delapan menit. “Gerakannya proses membuat jenang. Dari mengupas kelapa, marut kelapa, meres kelapa, memasukkan kayu bakar ke tungku, mengaduk jenang
sampai bungkus jenang, “ jelasnya.

Dia berharap Tari Jenang secepatnya dipatenkan. Menurutnya, tarian ini mutlak milik warga Desa Kaliputu, bukan miliknya atau kepala desa. “Ini karya masyarakat Desa Kaliputu. Sepatutnya Tari Jenang ini dihakciptakan atas nama masyarakat Kaliputu“, tambahnya.

- advertisement -

Ih Serem, Ada ‘Pocong’ di Jalan Sosrokartono Saat Kirab Kirab Tradisi Tebokan Desa Kaliputu

0
SEPUTARKUDUS.COM, KALIPUTU – Para petugas keamanan terlihat berjaga di dekat gunungan jenang di atas pikap. Gunungan tersebut akan dikirab di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota,
Kudus, pada Kirab Tebokan, Minggu (2/10/2016). Jenang tersebut akan dikirab warga yang mengenakan kostum beraneka bentuk. Satu di antaranya, seroang anak yang berkostum pocong.

kirab tebokan jenang kudus
Peserta kirab jenang pada tradisi Tebokan Desa Kaliputu, Kota, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Anak berkostum pocong itu cukup menyita perhatian penonton yang memadati tepi Jalan Sosrokartono. Anak tersebut duduk di atas kotak yang diletakkan kendaraan roda tiga. Tubuh berbalut kain putih lusuh, dengan make up mata hitam dan bibir merah, semakin membuat bocah tersebut terlihat menyeramkan.

Muhammad Arzaqi (11), satu dari ratusan pengunjung yang datang pada tradisi Tebokan, mengaku sangat tertarik dengan kirab yang diselenggarakan. Satu hal yang membuat perhatiannya tersita, yakni peserta kirab yang mengenakan kostum pocong. Selain tertarik dengan kostum peserta kirab, dirinya berharap mendapat jenang yang tertata di atas gunungan.

Setelah peserta kirab sampai di depan Bali Desa Kaliputu, gunungan jenang didoakan. Belum selesai doa dibacakan, puluhan orang yang hadir menyerbu gunungan jenang di atas pikap. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun tampak ikut berdesakan untuk
mendapatkan jenang yang terbungkus plastik. 

kirab jenang tradisi tebokan

Arzaqi yang juga ikut berebut gunungan jenang, mengaku mendapatkan lima bungkus. Menurutnya,
untuk mendapatkan jenang dia harus berdesak-desak dengan orang dewasa.
“Hanya dapat lima (jenang). Tapi tidak apa-apa, yang penting dapat,”
tuturnya sambil menikmati jenang yang didapatkannya.

Dia rela ikut berebut jenang bukan karena mencari keberkahan, melainkan ingin
merasakan enaknya jenang. Menurutnya, jenang yang dibuat di Kaliputu rasanya
enak. “Rasa jenangnya enak. Itu masih ada satu gunungan di panggung utama.
Nanti ikut rebutan lagi,” ungkapnya yang masih sekolah di SDN 2 Rendeng.
Kepala Desa Kaliputu Suyadi mengungkapkan, Kirab Tebokan
yang diselenggarakan setiap tanggal 1 Muharram tersebut diselenggarakan sejak 2009. Menurutnya, kirab diselenggarakan sebagai ungkapan
syukur para produsen jenang di Kaliputu karena rezeki yang
melimpah. 

“Kegiatan ini ungkapan syukur masyarakat Kaliputu atas kenikmatan
yang diberikan, terutama para pengusaha jenang,” ungkapnya saat ditemui di
kantor Kepala Desa sebelum kegiatan dimulai.

Dia menjelaskan, hampir keseluruhan masyarakat di Desa
Kaliputu menekuni usaha pembuatan jenang. Menurutnya, Desa Kaliputu memang
cikal bakal adanya industri jenang dari beberapa versi cerita yang ada. Sampai,
ada rumor mengatakan, membuat jenang selain orang asli atau ada garis
keturunan dari Kaliputu tidak akan enak. 

Kepala Desa Kaliputu, Suyadi

“Di Kaliputu terdapat 38 home industry dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang bergerak dalam pembuatan jenang,”
jelasnya.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan Kirab Tebokan yang diselenggarakannya,
terdapat sekitar 30 kelompok yang ikut meramaikan kegiatan di awal tahun
Hijriyyah tersebut. Selain perwakilan 18 RT dan tiga RW, ada beberapa instransi
sekolah. 

Menurutnya, acara Kirab Tebokan juga menampilakan tari jenang yang
dibuat sendiri oleh warganya. “Nanti kirab mulai dari Jalan Sostrokartono
setelah itu memutar ke arah Bacin dan berakhir di halaman Balai Desa Desa Kaliputu,”
jelasnya.

- advertisement -

Saat Pancaroba Seperti Sekarang, Jambu Biji Merah di Lapak Solikah Laris Manis untuk Tingkatkan Trombosit

0

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI KIDUL – Di tepi selatan Jalan Pramuka, Desa Melati Kidul, Kota, Kudus, beraneka ragam buah tertata rapi dalam keranjang pada sebuah lapak. Di lapak itu, tampak seorang perempuan sedang merapikan buah dagangannya. Dia bernama Solikah (27), pemilik lapak Aneka Buah Manis Segar. Saat musim pancaroba saat ini, banyak pembeli datang membeli jambu biji merah untuk penderita demam berdarah dengue (DBD).

Penjual buah di Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Menurutnya, menurut para pembeli jambu biji merah di lapaknya, buah tersebut digunakan untuk menaikkan trombosit. Oleh karena itu, dirinya banyak menyetok buah tersebut karena saat ini permintaan sedang tinggi.

Dia mengatakan, jambu biji merah dia beli dari sales buah langganannya. Setiap dua hari sekali, Solikah mengaku membeli dari sales buah karena stok miliknya habis. 

“Setiap dua hari sekali saya didatangi sales buah langganan saya. Dan akhir-akhir ini saya lebih memperbanyak stok buah jambu biji merah karena sering dicari pembeli. Katanya untuk menaikan trombosit,” ungkapnya pada seputarkudus.com, belum lama ini.

Penjual buah yang tinggal di Desa Loram, Kecamatan Jati, mengaku telah lebih dari 10 tahun berjualan buah. Dirinya sudah dua kali pindah tempat karena sewa tempatnya habis. “Saya sudah 10 tahun berjualan buah. Di sini enam tahun, dan tempat lain sekitar empat tahun,” tuturnya.

Solikah menjelaskan, ada 15 lebih jenis buah yang dia jual di lapaknya. Selain jambu biji merah, dia juga menjual beraneka buah impor. Di antaranya apel, pir, jeruk, anggur, dan kelengkeng, yang banyak diminati pembeli. 

Dia merinci, harga buah yang paling murah yakni jambu biji yang dia jual seharga Rp 8 ribu per kilogram. Sedangkan yang paling mahal harga buah anggur merah, Rp 65 ribu per kilogram.

Selain menjual buah, Solikah juga melayani pesanan parsel dengan harga kisaran Rp 75 ribu hingga lebih dari Rp 100 ribu. Di toko buahnya itu dia dibantu satu karyawan. 

Ibu satu anak ini mengungkapkan, omzet penjualan buah sekitar Rp 1 juta per harinya. “Kalau keuntungannya saya kurang tau pasti, tapi omzet perhari sekitar Rp 1 juta,” tambahnya.

- advertisement -

Di Pondok Parfum Kudus, Parfum Syahrini Paling Banyak Dibeli Remaja dan Mahasiswa

0

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI LOR – Di tepi barat Jalan HOS Cokroaminoto, Kudus, terdapat puluhan botol berjajar rapi di dalam ruko. Tampak seorang wanita dengan mengenakan jilbab, sedang berdiri melayani pembeli yang datang. Wanita tersebut yakni Vina Nur Viana (24), karyawan Pondok Parfum yang mengatakan, parfum refill dengan nama artis paling banyak dicari remaja dan mahasiswa.

refil parfum kudus
Pondok Parfum, Jalan HOS Cokroaminoto, Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Kepada Seputarkudus.com, Vina begitu akrab disapa, menjelaskan, dia bekerja sebagai karyawan di Pondok Parfum selama enam tahun terakhir. Usaha itu didirikan oleh Badrianto, pria asal Padang yang menikah dengan orang Kudus. Menurutnya, dia tidak tahu, kenapa nama-nama artis dalam negeri maupun luar negeri digunakan sebagai nama parfum refill.

“Saya tidak tahu, sudah dari sana memang namanya seperti itu, mungkin sering dipakai kalangan artis. Tapi yang sering dicari pelanggan biasanya parfum jenis Syahrini, Avril Lavigne Forbidden Rose, Ola Ramlan, Jessica Parker dan J LO (Jennifer Lopes) Still. Kebanyakan yang membeli kalangan remaja dan mahasiswa, khususnya para wanita. Tidak jarang juga banyak pria yang membeli jenis parfum itu,” ungkap Vina.

Vina, Warga Desa Mlati Norowito RT 3 RW 7 Kecamatan Kota, mengatakan, di antara jenis parfum yang ada di tempatnya, jenis parfum dengan nama Syahrini yang paling sering dibeli pelanggan. “Parfum Syahrini baunya harum, tahan lama dan Smooth, makanya banyak pelanggan yang mencari,” terangnya.

Menurutnya, untuk kalangan pria, biasanya lebih menyukai parfum jenis Bvlgaria aqua, Aigner blue emotion, downhill blue dan bvgari ekstreme

Dia menjelaskan, Pondok Parfum buka setiap hari pukul 9.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Pihaknya membeli sejumlah parfum dan botol parfum dari Bandung. Selain kalangan remaja dan mahasiswa, parfum refill juga diminati kalangan orang tua. Menurutnya, dibandingkan dengan parfum yang dijual di toko-toko, parfum refill jauh lebih tahan lama.

“Kualitas sudah tentu parfum isi ulang lebih unggul dibanding parfum sekali pakai. Untuk harga saya rasa tidak begitu mahal. Tipe Eropa kami jual dengan harga Rp 1.500 hingga Rp 2 ribu per mililiter. Sedangkan tipe Timur Tengah harganya Rp 4 ribu per milimeter,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk harga botol parfum dia jual dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu, semua tergantung tingkat keunikan dan ukuran botol. “Dalam sehari, kami bisa menjual parfum sebanyak 150 ml – 300 ml, untuk pembelian diatas 20 ml selama sepuluh kali, kami berikan bonus satu kali isi ulang secara gratis,” tambahnya.

- advertisement -

Deni Kumpulkan Kain Mori Makam Sunan Kudus untuk Dibuat Kemeja

0
SEPUTARKUDUS.COM, MENARA – Sejumlah orang kemeja putih dan bersarung batik melepas luwur atau putih penutup dinding makam Sunan
Kudus. Selain pentutup dinding, mereka juga melepas kain di langit-langit makam. Tradisi yang dilakukan setahun sekali itu disebut Buka Luwur. 

buka luwur makam sunan kudus
Panitia melepas kain Makam Sunan Kudus dalam Tradisi Buka Luwur 1 Muharram. Foto-foto: Imam Arwindra 

Menurut Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus
(YM3SK) Deni Nur Hakim, kain mori terdapat di makam Sunan Kudus tersebut akan dibagikan
kepada masyarakat secara gratis. Menurutnya, pihaknya tidak akan
mengkomersilkan kain yang telah menyelimuti makam Sunan Kudus tersebut. 

“Kain
morinya tidak akan kami lelang. Nanti akan kami berikan kepada tokoh
masyarakat, tamu undangan, masyarakat dan panitia,” ungkapnya saat
ditemui pada kegiatan Pelepasan Luwur, Minggu (2/10/2016).

Dia mengungkapkan, baju putih yang sedang dikenakannya terbuat terbuat dari kain luwur makam Sunan Kudus yang sengaja dikumpulkannya. Menurutnya,
kain-kain yang didapatkan ingin dimanfaatkan supaya lebih berguna. 

“Pakaian
(kemeja putih) ini dari kain mori makam. Sengaja saya kumpulkan untuk dibuat
menjadi pakaian supaya lebih bermanfaat,” terangnya.

Kepada Seputarkudus.com, Deni hanya mencari kemanfaatan. Kain tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna. Jadi dibuatlah
baju lengan panjang yang sedang dikenakan. 

Kan panitia dapat. Paling cuma dua
meter sudah bisa jadi baju,” tegas dia yang mengenakan kemeja lengan panjang
putih, sarung batik coklat dan peci hitam.

Dalam kegiatan Pelepasan Luwur Pesarean di Makam Sunan Kudus, menurut Deni dilakukan di tanggal 1 Muharram. Terdapat kain mori 34 pcs yang dilepas untuk diganti yang baru. Kain tersebut berbentuk unthuk banyu, melati, kompol, wiru dan
langitan
. “Untuk bagian luarnya berbentuk seperti klambu,” tambahnya.
Menurutnya, bagian dalam makam menggunakan jenis kain mori Primissima.
Kain tersebut terbilang cukup mahal. Namun dia menuturkan, yang diinginkan
bukan kemewahannya namun karena kualitasnya yang baik dan memiliki pori-pori
yang rapat. Fungsinya supaya kotoran tidak bisa masuk kedalam. 

“Semua kain iuran
dari masyarakat. Panitia tidak pernah membuat proposal untuk membeli
kain. Jadi ini murni dari, oleh dan untuk masyarakat,” jelasnya.

Deni Nur Hakim, Humas YM3SK. 

Deni menambahkan, untuk pemasangan luwur baru akan dilakukan nanti 10 Muharram 1438 H (11 Oktober 2016). Menurutnya, untuk prosesi pemasangan
luwur nanti hanya pemasangan dibagian dalam makam Sunan Kudus saja. Bentuknya
seperti  ranjam yang berfungsi untuk menutupi makam Sunan Kudus dibagian
dalam. 

Dia menerangkan, untuk bagian luar dan lainnya sudah dipasang dulu,
karena jika keseluruhan luwur dipasang pada waktu bersamaan akan membutuhkan
waktu yang cukup lama. “Bisa-bisa malah seharian baru kelar,” tuturnya.

- advertisement -

Semarak Kopi Kudus 2016, Mengungkap Cerita Panjang Dalam Secangkir Kopi

0

SEPUTARKUDUS.COM, PANJUNAN – Ratusan orang berdatangan ke Jalan dr Ramelan, Kudus, Minggu (2/10/2016) pukul 06.30 WIB. Sejumlah meja tertata rapi di jalan yang digunakan untuk Car Free Day tersebut. Mereka datang untuk menghadiri acara Semarak Kopi Kudus memperingati Hari Kopi Sedunia. Di lokasi tersebut juga disediakan kopi gratis serta edukasi tentang pembuatan kopi. 

Sejumlah barista meracik kopi dalam peringatan Hari Kopi Sedunia di Kudus. Foto-foto: Sutopo Ahmad

Sejumlah barista Kudus mengenakan kaus hitam tengah meracik kopi yang kemudian disajikan pada para pengunjung yang datang. Satu barista di antaranya, Imam Kurniawan (24), ikut serta menyajikan kopi. Menurut pemilik No 8 Coffee itu, banyak cerita di balik secangkir kopi. 

Kepada Seputarkudus.com, Imam begitu akrab disapa, mengungkapkan, minum kopi tidak hanya sekadar ngopi. Menurutnya, secangkir kopi yang dihidangkan, memiliki cerita panjang. Agar lebih bisa menghargai kopi, masyarakat pecinta kopi harus tahu lima komponen yang saling terkait untuk dapat menghasilkan secangkir kopi yang baik.

“Lima komponen itu meliputi customer, barista, roster, prosesor dan petani. Prosesnya sangat panjang untuk menghasilkan secangkir kopi yang berkualitas. Dari lima komponen tersebut, roster merupakan jembatan paling penting, menjadi tolak ukur dalam pembuatan kopi. Jadi, banyak cerita di balik secangkir kopi,” ungkap imam.

Sementara itu, Nika (25), pemilik Wajik Coffee, menjelaskan, biji kopi yang baik yakni biji kopi yang sudah matang, berwarna merah. Menurutnya, minum kopi tanpa gula itu baik, untuk menghindari penyakit diabetes. 

“Untuk pecinta kopi, biasanya lebih suka minum kopi tanpa gula, kerena lebih baik untuk tubuh. Tapi semua tergantung kopi yang diminum dan selera penikmat kopi,” terangnya.

(Dari kiri) Nika, Imam, Hazmi.  

Hazmi (25), Ketua Panitia Semarak Kopi Kudus menjelaskan, acara ini dilaksanakan untuk memperingati, Hari Kopi Sedunia dan Hari Jadi Kudus ke-467. Menurutnya, dia bersama komunitas Kudus Coffee Enthusiast (KCE), sudah dua kali menyelenggarakan acara minum kopi gratis. “Yang pertama dengan tajuk Ngopi di Ramelan dan yang kedua bertajuk Semarak Kopi Kudus,” ungkapnya.

Pria yang sekaligus pemilik kedai kopi Big Tree itu mengungkapkan, acara tersebut diikuti 22 pemilik dan barista coffee shop di Kudus. Menurutnya, metode pembuatan kopi yang disajikan menggunakan manual brew (seduh manual). “Mulai dari Tubruk, Turkish, Aero Press, V 60, Tarik dan Rock Presso, semuah diproses dengan seduh manual,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dengan diselenggarakannya acara Semarak Kopi Kudus, dia berharap masyarakat dapat mengenal barista yang ada di kedai-kedai kopi di Kudus. Selain itu, mengedukasi masyarakat cara minum kopi yang baik bagaimana dan prosesnya seperti apa. “Khususnya, mengenalkan masyarakat kudus, apa sih itu kopi dan lebih bisa menghargai kopi,” tambahnya.

- advertisement -

Mamik Goreskan Kopi di Atas Kanvas Saat Perayaan Hari Kopi Sedunia di Kudus

0

SEPUTARKUDUS.COM, PANJUNAN – Seorang pria berambut panjang berkaus merah sedang melukis di atas kanvas putih, di Jalan Dr Ramelan, Panjunan, Kota, Kudus, Minggu (2/8/2016) pagi. Pria tersebut yakni Mamik S Mulyono, seorang seniman lukis yang sangat dikenal di Kota Kretek. Dirinya melukis di lokasi Car Free Day untuk memperingati Hari Kopi Sedunia.

Mamik Mulyono Pelukis Kudus
Mamik S Mulyono melukis pada peringatan Hari Kopi Sedunia, di Kudus. Foto-foto: Ahmad Rosyidi

Perlahan, Mamik mulai menggoreskan kuas di atas kanvas. Pada momen spesial kali ini, dirinya menggunakan cat berbahan serbuk kopi yang dicampur cat dan resin. Tak berapa lama, sosok perempuan berbalut kain batik muncul di atas kanvas.

Usai melukis, Mamik sudi berbagi kepada Seputarkudus.com tentang makna lukisan perempuan yang sedang memegang secangkir kopi. “Saya memilih objek perempuan, karena ibu sebagai simbol bumi, bumi Kudus yang memiliki kekayaan alam dengan beragam kopi yang harus dijaga agar lebih bernilai,” ungkap seniman dari Desa Dersalam, Bae, Kudus itu.

Dia mengaku seorang penggemar kopi. Dia sangat dekat dengan komunitas pecinta kopi dan pelaku usaha kopi di Kudus. Dalam peringatan Hari Kopi Sedunia kali ini, dia ikut menyemarakkan melalui kemampuan yang dimilikinya. “Saya pecinta kopi. Karena saya bisa melukis, saya berpartisipasi melalui lukisan,” katanya.

Mamik mengaku hampir setiap hari melukis. Dia mengatakan sejak kecil suka melukis. Baginya, melukis sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Menyadari dirinya diberi anugerah kemampuan melukis, membuat Mamik memutuskan mendalami tentang seni rupa, setelah lulus SMA dia melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI), Jogja.

“Hobi saya melukis memang sejak saya masih kecil. Karena saya merasa diberi anugerah bisa melukis, jadi saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke ISI Jogja. Dan sampai saat ini menjadi profesi saya. Melukis sudah seperti kebutuhan bagi saya, jadi hampir setiap hari saya melukis,” tuturnya.

Tahun ini dia sudah empat kali mengikuti pameran, dua kali di Kudus dan dua kali di Jogja. Ke depan Mamik ingin fokus berkarya di Jogja, karena dia menginginkan lingkungan yang luas lebih banyak ruang berekspresi. 

“Karena saya juga bekerja sebagai fashion designer dan guru melukis di SMP Masehi Kudus, mungkin dekat-dekat ini saya lebih sering mondar-mandir ke Jogja untuk urusan seni,” jelas Pria dua anak itu.

Hazmi Amudy (25), Panitia Kudus Semarak Kopi mengungkapkan, ini merupakan kali kedua digelar acara memperingati Hari Kopi Sedunia. Ke depan akan diagendakan komunitas pecinta kopi di kudus Kudus sebagai even tahunan. Dia merasa puas karena banyak pengunjung yang antusias dengan acaranya, bahkan melebihi dari apa yang ditargetkan.

“Rencana nanti setiap tahun kami akan memperingati hari kopi Sedunia sebagai kegiatan tahunan. Di sini ada dua komunitas pecinta kopi, ada Kudus Coffee Enthusiastic (KCE) dan LOBI KOPI. Ada sekitar 22 pemilik coffee shop dan barista yang ikut berpatisipasi di acara ini,” ungkap pemilik kedai kopi Big Tree itu.

- advertisement -

Example post using split content

0

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness.

No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain of itself, because it is pain, but because occasionally circumstances occur in which toil and pain can procure him some great pleasure.

To take a trivial example, which of us ever undertakes laborious physical exercise, except to obtain some advantage from it? But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?

- advertisement -

This is example gallery post

0

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga.

Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus.

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

- advertisement -

Mercedes-Benz E200: Review, Specification, Price

0

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness.

No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain of itself, because it is pain, but because occasionally circumstances occur in which toil and pain can procure him some great pleasure.

To take a trivial example, which of us ever undertakes laborious physical exercise, except to obtain some advantage from it? But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?

- advertisement -

Example youtube post Ferrari California

0

This is very simple insert youtube for video post, just insert link in to post. Our theme very support oEmbed.

Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur? Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

- advertisement -

Example fullwidth post

0

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga.

Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus.

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

- advertisement -

iPhone 7 owners duped into drilling holes

0

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur? Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur?

- advertisement -

Customer says his new Note 7 phone burst into flames

0

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga.

Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus.

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

- advertisement -

Red ferrari supercar in ways

0

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur?

- advertisement -