Cegah Abrasi, Gerakan Ijonisasi Tanam 5000 Mangrove di Pesisir Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Daerah pesisir Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara menjadi kawasan yang rawan terhadap bencana abrasi. Terlebih keberadaan hutan mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Kedung, dari waktu ke waktu kian berkurang.

Environmental Institut bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), HMJ Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum) UIN Walisongo Semarang, dan Djarum Trees For Life mengadakan gerakan Ijonisasi Pesisir Jepara, “Ibu Bumi Dirawat, Jagate Ora Sambat”.

Baca Juga: Ini yang Bakal Terjadi pada Bank Jepara Artha Jika Tak Kunjung Pulih

-Advertisement-

Ahmad Fauzan Hidayatullah, Inisiator Ijonisasi Pesisir Jepara yang juga Founder Conservation Strategy Fund (CSF) Environmental Institute Jepara mengatakan, 5000 bibit mangrove akan ditanam dalam kegiatan tersebut, di lima tempat berbeda yang ada di Kecamatan Kedung.

“Penanaman mangrove di Pesisir Pantai Bulak Baru ini menjadi kegiatan pertama kita. Ada 1000 bibit tanaman mangrove yang kita tanam hari ini, dan nanti ada juga penanaman mangrove di empat desa lainnya di Kecamatan Kedung sehingga total ada 5000 bibit yang ditanam,” katanya pada Jum’at (12/1/2024) di Kawasan Pantai Bulak Baru, Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Ia mengamati keberadaan hutan mangrove di Kabupaten Jepara hanya berada di sepanjang pantai Kecamatan Tahunan, Kecamatan Mlonggo dan daerah Jepara Kota.

Keberadaan hutang mangrove di Kecamatan Tahunan yang berada di sepanjang pesisir Pantai Semat dan Teluk Awur menurutnya juga rimbun dan terawat.

“Di pesisir wilayah Kedung, hutan mangrove nya dari waktu ke waktu terus mengalami penurunan atau deforestasi,” katanya.

Selain menanam seribu tanaman mangrove, kegiatan tersebut nantinya juga akan berlanjut pada perawatan tanaman dengan harapan dapat terpelihara dengan baik sehingga bisa membawa pengaruh bagi masyarakat.

“Nanti akan ada juga pembuatan pemecah ombak menggunakan sistem bambu pegar. Tapi itu nanti di agenda selanjutnya, Ijonisasi pesisir Jepara tahap kedua,” jelasnya.

Baca Juga: Bank Jepara Artha Stop Penarikan Dana Nasabah

Nur Khoiri, Wakil Dekan II FST UIN Walisongo mengatakan wilayah pesisir pantai di Kabupaten Jepara butuh untuk segera dilakukan hijaunisasi agar tidak semakin terancam bencana abrasi. Terlebih fenoma alam El-Nino yang saat sedang terjadi menurutnya semakin mempercepat terjadinya abrasi di bibir pantai.

“Sehingga cara yang paling tepat untuk menangani abrasi dengan melaksanakan penghijauan,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER