Dikenal Penghasil Rambutan Enak, Dukuh Pelang Selalu Jadi Jujugan Tengkulak dari Berbagai Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang baik wanita maupun pria terlihat sedang mengikat rambutan di sebuah rumah tepi Barat Jalan Bareng-Colo, Dukuh Pelang Karanganyar, Desa Margorejo, Kecamatan Dawe. Rambutan itu sebagian besar sudah dipesan tengkulak dari berbagai daerah untuk dipasarkan ke wilayahnya masing-masing.

Petani rambutan, Jamyadi (72), mengatakan, di musim panen raya rambutan seperti ini banyak tengkulak yang berdatangan dari berbagai daerah. Mereka berasal dari Kudus, Pati, Grobogan, dan masih banyak lagi. Bahkan ada tengkulak rambutan itu yang memasarkan sampai Jawa Timur yakni Kabupaten Bojonegoro.

“Para tengkulak itu sudah tahu jika di sini memang tempat untuk membeli rambutan. Karena buah rambutan di Dukuh Pelang Karanganyar ini rasanya manis dan besar. Sehingga di sini jadi jujugan para tengkulak dari berbagai daerah,” bebernya saat ditemui, Kamis (4/1/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Rambutan Dukuh Pelang yang Terkenal Enak dan Pernah Dibawa ke Istana Negara

Ia menjelaskan, panen raya rambutan dimulai sejak Oktober 2023 dan diperkirakan hingga Maret 2024. Beberapa jenis rambutan yang tersedia mulai jenis lokal, lebak, binjai, hingga rapiah. Menurutnya, yang paling diminati adalah binjai dan rapiah.

“Kalau untuk harga berbeda-beda tergantung jenisnya, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp17 ribu per paket atau per tiga kilogram,” ungkapnya.

Saking larisnya, total rambutan yang terjual setiap harinya mencapai tiga ton. Meski begitu, penjualan rambutan tahun ini dianggapnya menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelum pandemi.

“Ditambah lagi karena faktor panen raya yang bebarengan dengan wilayah lain. Sehingga itu mempengaruhi penurunan penjulan di sini,” tuturnya.

Baca juga: Mengenal si Imut Srikandi yang Legit, Durian Lokal Langka dari Menawan Kudus

Selain rambutan, di sana juga menyediakan buah durian dan petai hasil dari perkebunan warga sekitar. Untuk durian di sana sangat mengandalkan durian lokal yang rasanya tak kalah dengan jenis lain. Harganya dipatok mulai Rp20-80 ribu tergantung besar kecilnya buah.

“Kemudian untuk harga petai, per ikatnya mulai Rp50-75 ribu. Per ikat itu berisi 100 lonjor petai,” rincinya.

Salah satu tengkulak, Wagiran, mengaku, setiap hari selalu mengambil rambutan di sana untuk disetorkan ke beberapa bakul yang ada di Blora dan Bojonegoro. Warga Desa Puyoh, Kecamatan Dawe itu sudah empat tahun berlangganan di sana.

“Untuk musim rambutan kali ini saya sudah mulai mengambil sejak November 2023. Setiap hari selalu ambil karena sudah banyak bakul pasar yang menunggu. Seharinya ya selalu memuat sekitar 2 ton rambutan,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER