BETANEWS.ID, DEMAK – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Demak Henri Wagiyanto menyebut petani milenial yang berusia 19-39 tahun di Kabupaten Demak tergolong masih minim. Terdapat sekitar 15,56 persen atau 17.919 orang dari total petani sebanyak 115.173 orang.
Berdasarkan data sensus pertanian tahun 2023 tahap I pertanian terbanyak berada di Kecamatan Bonang sebesar 1.998 orang, Kecamatan Dempet sebesar 19.08 orang dan Kecamatan Guntur sebesar 1.750 orang. Sedangkan dari jenis kelaminnya, petani milenial masih didominasi laki-laki sebanyak 87,84 persen dan perempuan 12,52 persen.
Baca Juga: Alih Fungsi Lahan Jadi Sebab Penurunan Usaha Pertanian di Demak
“Mungkin belum jadi minat bagi kalangan anak muda, hal itu juga karena pengaruh tren pekerjaan seperti lulusan S1 yang lebih suka bekerja di perusahaan,” katanya acara Diseminasi Hasil Sensus Pertanian Tahun 2023 tahap I di Hotel Amantis Kabupaten Demak, Selasa (12/12/2023).
Henri mengatakan, kenaikan pelaku usaha pertanian justru meningkat pada usia di atas 55 tahun. Terdapat 29,92 persen atau sebanyak 60.950 orang petani dari kalangan lansia.
“Ini yang berdasarkan data kami, tren petani meningkat pada usia 55 tahun ke atas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan Demak Heri Wuryanta, menerangkan adanya penurunan petani milenial dipengaruhi pergeseran pekejeraan. Anak-anak muda lebih menyukai pekejeraan yang cepat menghasilkan uang daripada mengolah tanaman pangan.
“Karena itu pilihan masing-masing masyarakat, otomatis yang tertarik di pertanian masyarakat yang punya lahan atau tinggal di desa, mungkin saja punya keterampilan lain,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya sedang mengupayakan beberapa program dalam peningkatan minat pertanian di kalangan anak muda. Salah satunya dengan pemberian pelatihan dan pendampingan ahli.
“Kita biasanya dengan sosialisasi, kemudian mengirimkan pemuda-pemuda untuk bisa mengikuti pelatihan terkait pertanian, budidaya, dan tenaga SDM,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

