BETANEWS.ID, DEMAK – Memasuki awal musim penghujan di Akhir tahun, hasil tangkapan ikan nelayan di Demak melimpah. Sayangnya hal tersebut membuat harga jual tangkapan nelayan menjadi rendah.
Salah seorang nelayan asal Wedung, Demak, Ali Ahmadi (50) mengatakan jika hasil tangkapan kali ini sangat bagus dibanding saat kemarau sebelumnya.
Baca Juga: Meski Hujan Mulai Turun, Empat Kecamatan di Demak Masih Kekeringan
“Hasil tangkapan siang ini bagus, tapi ikannya harganya murah. Jenisnya banyak, ada cumi-cumi, kuniran, krisi, kadalan, dan lain-lain,” katanya, Rabu (6/12/2023).
Meskipun harga jual masih rendah, Ali mengaku masih bisa mendapatkan keuntungan dua kali lipat dibanding bulan-bulan lalu.
Tiga hari sekali, Ali harus menempuh perjalanan selama 12 jam menuju laut Karimunjawa menggunakan perahu sepanjang 7 meter x 30 centimeter.
“Waktu tiga hari kadang bisa mencapai Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Kalau saya ada tiga (orang) jadi dibagi tiga,” paparnya.
Sementara itu, rendahnya harga ikan disebut karena banyaknya jumlah ikan yang didapatkan oleh para nelayan. Seperti harga cumi jika hari biasanya Rp50 ribu per kilogram, sekarang dijual Rp40 ribu per kilogram.
Tidak hanya Ali, Solikhan (60) nelayan di TPI Wedung. Ia mengaku puas dengan hasil tangkapan ikan di bulan Desember ini. Terlebih untuk jenis ikan cumi-cumi yang didapatkan hampir 20 kilogram sekali melaut. Walaupun mengambil ikan di sekitar muara, keuntungan bisa didapatkan Rp2 juta.
Baca Juga: Aliran Kepercayaan Tak Masuk Dalam FKUB, Begini Keterangannya
Menurutnya, melimpahnya tangkapan ikan karena kondisi air laut yang lebih baik daripada saat musim kemarau. Air dirasa lebih tawar dan memancing ikan-ikan besar muncul ke permukaan.
“Ibaratnya airnya tidak terlalu asin, adem jadi ikan-ikan pada keluar. Apalagi gak ada gelombang jadi banyak ikan-ikan besar,” terangnya.
Editor: Haikal Rosyada

