BETANEWS.ID, PATI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati akan segera menyiapkan langkah untuk mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor. Sebab, hujan sudah mulai turun dalam beberapa pekan terakhir ini.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetyo mengatakan, untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi bencana banjir dan longsor, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan stakeholder.
“Kamis besok, tanggal 7 Desember rencananya kami akan melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” ujar Martinus melalui WhastApp, Selasa (5/12/2023).
Baca juga: Musim Hujan Tiba, BPBD Pati Ingatkan Tiga Kecamatan Ini Rawan Longsor
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut perlu dilakukan untuk membulatkan kesepakatan terkait dengan langkah-langkah yang perlu disiapkan. Budi membeberkan, yang berperan nantinya bukan hanya BPBD saja, tapi ada instansi-instansi lain yang juga ikut dalam penanganan ataupun pencegahan banjir dan longsor.
“Seperti halnya dalam penanganan kekeringan kemarin, banyak instansi yang terlibat untuk penangannya. Begitu pun dengan bencana banjir dan longsor,” ungkapnya.
Ia menyebut, ada beberapa daerah yang berpotensi atau rawan banjir maupun longsor, seperti di wilayah lereng Pegunungan Kendeng yang rawan banjir. Kemudian, untuk wilayah yang rawan terjadi longsor berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gembong, Gunungwungkal, dan Cluwak.
Baca juga: Dewan Minta Pemkab Pati Punya Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir dan Kekeringan
“Teman-teman yang ada di sana saya minta untuk waspada ya. Karena memang kontur tanah, kemiringannya ada yang sampai di atas 45 derajat,” ujar Martinus.
Dengan kondisi seperti itu, apalagi terjadi hujan yang deras, maka akan berpotensi untuk membawa tanah ke bawah menjadi longsoran dan banjir bandang.
Menurutnya, retakan tanah yang ada di lereng gunung menjadi salah satu penyebab terjadinya tanah longsor. Sebab, tanah yang bercelah ketika diguyur hujan yang lebat, akan berpotensi terjadi longsor.
Editor: Ahmad Muhlisin

