BETANEWS.ID, PATI – Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetyo, mengimbau masrakat untuk mewasdai potensi terjadinya longsor di musim hujan. Untuk wilayah yang rawan terjadi longsor ada di tiga kecamatan, yakni Gembong, Gunungwungkal, dan Cluwak.
“Gembong, Gunungwungkal dan Cluwak. Teman-teman yang ada di sana saya minta untuk waspada ya. Karena memang kontur tanah, kemiringannya ada yang sampai di atas 45 derajat,” ujar Martinus, Sabtu (2/12/2023).
Dengan kondisi seperti itu, apalagi terjadi hujan yang deras, maka akan berpotensi untuk membawa tanah ke bawah menjadi longsoran dan banjir bandang. Menurutnya, retakan tanah yang ada di lereng gunung menjadi salah satu penyebab terjadinya tanah longsor. Sebab, tanah yang bercelah ketika diguyur hujan yang lebat, akan berpotensi terjadi longsor.
Baca juga: Dewan Minta Pemkab Pati Punya Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir dan Kekeringan
Bukan hanya di tiga kecamatan tersebut, daerah yang berada di lereng Pegunungan Kendeng, seperti halnya Godo, juga diminta untuk waspada, khususnya banjir bandang.
“Jadi, daerah yang berada di lereng-lereng sama. Saat ini kondisi tanahnya masih rekah karena kemarau. Istilahnya tanahnya belum jenuh,” ungkapnya.
Terlebih, kata dia, banyak lahan miring yang seharusnya ditanam tanaman yang memiliki akar kuat, justru dijadikan kebun ketela sehingga risiko tanah longsor rawan terjadi.
“Jadi tanaman-tanaman pelindung yang diubah dengan ketela itu tidak akan cukup kuat untuk menahan,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, ia menyatakan, diperlukan tindakan jangka panjang yaitu penanaman pohon berakar kuat di lahan dengan kemiringan yang tajam.
“Langkah nyata ya harus penghijauan di wilayah Muria. Tapi dalam jangka panjang ya. Paling kalau ditanam sekarang 10 tahun sampai dengan 15 tahun ke depan baru dirasakan manfaatnya,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa masyarakat juga perlu diberi edukasi cara mencegah terjadinya tanah longsor, baik melalui pemerintah desa maupun kecamatan.
Baca juga: Tanggul Jebol di Tambakromo Pati Ditambal Pakai Karung Pasir
Dengan adanya edukasi terkait bencana longsor, diharapkan masyarakat setempat tumbuh kesadaran untuk ikut serta beraksi dalam meminimalkan terjadinya longsor atau pun menanggulangi bencana itu dengan tepat. Sehingga, dampak korban dan kerugian fisik akibat bencana bisa berkurang.
Di samping itu, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan stakeholder. Hal ini untuk menyiapkan antisipasi mengenai potensi bencana banjir dan longsor.
Editor: Ahmad Muhlisin

