BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang laki-laki paruh baya terlihat tengah sibuk melayani pesanan pembeli yangduduk di beberapa meja. Tangannya itu terlihat cekatan memecah kelapa muda, lalu meraciknya menjadi sebuah es yang menyegarkan.
Lapak yang berada di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu memang jadi salah satu jujugan pencari es degan di Kudus. Tak tanggung-tanggung, sang penjual bernama Muhammad Gandhi (53) itu bsa menjual seratusan porsi sehari.
Menurut Gandhi, tempatnya itu ramai didatangi para pelajar karena ia memang memberikan diskon khusus bagi mereka yaitu dengan harga Rp3.500. sedangkan untuk pembeli umum, harganya Rp4.000, dan degan utuh Rp10-15.000 tergantung ukuran.
Baca juga: Warung Es Degan Putra Samian di Taman Krida Kudus Ini Bisa Habiskan Seratusan Kelapa Muda Sehari
“Warung saya buka dari jam 09.00 pagi sampai sore. Biasanya pendapatan yang diperoleh sekitar Rp 200 ribu per hari kalau dalam keadaan ramai dan tidak hujan,” bebernya saat ditemui, Sabtu (02/12/2023).
Gandhi mengatakan, usaha tersebut merupakan upayanya bangkit dari usaha penjualan VCD di Pasar Kliwon yang makin kehilangan pembeli. Setelah itu, ia membuka warung es degan pada 2020 saat awal pandemi Covid-19.
“Karena dulu kaset VCD sudah tidak banyak peminatnya. Kemudian, saya melihat penjual es degan ramai sekali pembelinya. Saya cobalah untuk berjualan es degan, belajar buat resep yang enak,” jelasnya.
Baca juga: Info Seger-seger Kudus, Es Campur Sumbere Urep Pak Dhe Jamboel Wajib Dicoba
Gandhi menuturkan, selama tiga tahun membuka usaha es degan, ada beberapa kesulitan yang dialami, di antaranya saat musim hujan penjualan semakin menurun. Menurutnya, saat covid-19 banyak orang mencari kelapa muda sehingga penjualannya sangat mudah.
“Selain itu, dulu kalau cari kelapa muda sampai Mejobo dan sekitarnya pakai motor. Sekarang, alhamdulillah sudah disetori dari Kebumen. Biasanya, pesan 75-100 butir, kalau ramai ya dua hari habis,” tutur ayah dua anak itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

