BETANEWS.ID, JEPARA – Lahan pertanian di Kabupaten Jepara mulai terlihat ditanami kembali oleh para petani, setelah sebelumnya pada saat musim kemarau menjadi lahan bera. Namun, para petani tersebut justru was-was jika intensitas hujan di Januari tinggi, lahan pertaniannya kembali terendam banjir.
Kekhawatiran ini disampaikan petani Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Mudhoif (55). Ia bercerita, beberapa tahun terakhir saat intensitas hujan cukup tinggi, lahan pertanian di desanya selalu terendam banjir.
Ia kemudian menambahkan bahwa Masa Tanam (MT) ke-satu diperkirakan baru akan mulai sekitar akhor Desember atau awal Januari. Sebab sekarang ini para petani sedang menebar benih padi agar menjadi bibit yang siap tanam.
Baca juga: Petani Kedungwaru Kidul Demak Terpaksa Pinjam Kartu Tani Demi Dapat Pupuk Subsidi
Namun, sebagai petani kecil, ia mengaku hanya bisa pasrah dan berharap ada solusi agar lahannya tidak terus kebanjiran.
“Kendalanya pertanian di sini kan air. Hampir tiap tahun kalau hujannya tinggi pasti banjir. Kalau banjir kan sudah pasti hasil panen tidak maksimal,” katanya, Sabtu (25/11/2023).
Ketakutan terhadap hal yang sama juga dirasakan oleh Suhadi (65), petani di Desa Paren, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Pada Januari nanti, ia khawatir jika sawahnya kembali terendam banjir. Sebab menurutnya, sawah di Desa Paren, juga langganan banjir.
“Kalau sekarang ini air masih aman, tapi nanti kalau pas Januari semoga air (hujan)-nya nggak terlalu banyak,” katanya.
Baca juga: Buruh Tani Makin Langka, Petani di Undaan Kudus Mulai Gunakan Mesin Tanam
Sebab menurutnya, keberhasilan dari tanaman padi juga bergantung pada keberadaan air. Selain was-was akan datangnya musim hujan, ia bercerita bahwa kendala yang masih dihadapi petani saat ini yaitu tidak pastinya harga gabah dan sulitnya mendapatkan pupuk.
“Kendalanya sekarang beli pupuk juga susah, kadang udah datang ke tokonya barangnya nggak ada, jadi harus balik lagi, susahlah sekarang beli pupuk,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

