BETANEWS.ID, SEMARANG – Hingga 15 November 2023, jumlah Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) di Jawa Tengah sebanyak 28.522.159 orang. Rinciannya, 27.630.072 orang atau 96,87 persen sudah terekam KTP elektronik, dan 892.087 orang belum rekam KTP elektronik.
Sedangkan jumlah DP4 pemilih pemula sebanyak 821.251 orang, dengan rincian 487.992 orang (59,42%) sudah melakukan perekaman KTP elektronik, dan 333.259 orang belum merekam.
Berdasarkan Data pokok pendidikan (Dapodik), jumlah DP4 Pemula sekitar 692.452 orang, dengan rincian 432.991 orang (62,53%) sudah merekam KTP elektronik dan 259.461 orang belum merekam. Sementara progres Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tercatat 21.254 orang pemilih pindah masuk, dan 18.875 orang pemilih pindah keluar.
Baca juga: Pemprov Jateng Pastikan Hak Pilih Warga Binaan Terlindungi
Dengan masih banyaknya pemilih yang belum rekam e-KTP ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sujana akan terus menggenjot perekaman KTP elektronik (e-KTP) untuk warga yang masuk pemilih pemula maupun pemilih potensial. Hal itu untuk menjamin hak pilih mereka.
“Untuk daftar pemilih ini terus kita update, khususnya untuk pemilih pemula yang rata-rata masih SMA dan MA,” kata Nana usai menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI, dalam rangka kesiapan pelaksanaan Pemilu serentak 2024, di Grhadhika Bhakti Praja, Selasa (21/11/2023).
Menurut Nana, pemutakhiran data pemilih terus dilakukan, mengingat data tersebut rawan disengketakan. Oleh karena itu, ia terus meminta kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), baik di provinsi maupun kabupaten/ kota, untuk memastikan keabsahan daftar pemilih.
“Kami juga terus melakukan perekaman, kemudian juga meng-update terhadap mereka yang sudah meninggal, atau yang pindah kependudukan. Ini terus kita update. Pada saatnya kami akan memberikan yang betul-betul pasti ke KPU,” jelas Nana.
Baca juga: Anggaran Pemilihan Gubernur Jateng 2024 Capai Rp985 Miliar
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustopa, meminta kepada penyelenggara pemilu, untuk memaksimalkan terkait dengan DPT dan DPTb. Dengan harapan, warga yang sudah memiliki hak pilih, bisa menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti. Penyelenggara Pemilu dan seluruh jajaran pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/ kota yang ada di Jawa Tengah, harus lebih aktif dan proaktif.
“Sebagian besar yang belum melakukan perekaman dan pencetakan KTP elektronik itu, adalah mereka yang saat ini masih duduk di bangku pelajar,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

