Tempat yang Terbatas Jadi Kendala Dindikbud Kumpulkan Benda Bersejarah di Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Banyaknya temuan benda bersejarah pra Islam di Demak, masih menjadi kendala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Demak untuk menyimpannya. Sehingga, membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam membantu merawatnya.

Analis Cagar Budaya dan Koleksi Museum, Roni Sulfa Ali, mengatakan saat ini koleksi benda sejarah pra Islam disimpan di Museum Glagah Wangi. Akan tetapi, dengan keterbatasan tempat belum bisa maksimal dalam menjaga benda tersebut.

Baca Juga: BUMD Demak Sepakat Laksanakan CSR Lingkungan Hidup

-Advertisement-

“Kalau kita melihat museum kan tempatnya kecil, dengan benda yang sudah sekian banyak, nah kita agak kesulitan untuk menatanya, agar lebih menarik,” katanya, Sabtu (11/11/2023).

Menurutnya, idealnya museum sejarah memiliki penataan benda sejarah secara kronologi. Sehingga mampu menggambarkan secara menarik, mengenai kehidupan peradaban yang pernah ada di Kabupaten Demak.

“Tapi sebaiknya, museum itu ditata berdasarkan secara kronologis agar lebih menarik. Jadi, mungkin Demak sejak Pra Islam, masa Islam, kemudian lanjut kolonial Belanda. Mungkin kedepannya kelak seperti itu,” terangnya.

Untuk mengantisi hal itu, pihaknya mengaku telah melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian situs peninggalan sejarah di Demak. Melalui beberapa pertemuan dan sosialisasi antar pemerintah desa.

“Benda-benda tersebut kan kebanyakan di lapangan dan kebanyakan ditemukan oleh masyarakat, sehingga kami memberikan imbalan secara sukarela. Cuman kalau diserahkan ke kami tapi tidak bisa merawat kan sayang, jadi ada beberapa masyarakat yang peduli untuk merawatnya,” paparnya.

Baca Juga: Demak Belum Dapatkan Penghargaan Adipura, Berikut Alasannya

Tidak hanya itu, pihaknya juga rutin melakukan pengecekan di lingkungan masyarakat. Untuk memastikan kondisi situs benda sejarah maupun Cagar Budaya tetap utuh dan aman.

“Cagar budaya ini tidak hanya berupa arca, tapi juga makam, sedangkan yang sudah bisa jalan (perawatannya) itu makam, karena ada juru kuncinya. Kalau kasusnya selain itu, kita agak sulit untuk mengontrolnya, jadi kita langsung ke lapangan untuk meninjau ke lokasi, ” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER