31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Pemkab Demak Siapkan Skema Pengamanan Pilkades di 54 Desa

BETANEWS.ID, DEMAK – 54 desa akan mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades) gelombang kedua tahun 2023, pada besok Minggu (8/10/2023). Pemerintah kabupaten (pemkab) Demak telah menyiapkan skema pengamanan.

Sehari sebelum berlangsungnya Pilkades, Pemkab Demak bersama Polres, TNI, dan Satpol PP melakukan apel pergeseran pasukan di lapangan Sekretaris Daerah (Setda) Demak, Sabtu (7/10/2023). Bupati Demak, Eisti’anah menyampaikan dari 54 desa itu telah dibagi dalam tiga daerah pemetaan.

Baca Juga: Belum Ada Titik Temu, Rencana Pembangunan Rusun di Purwosari Demak Ditunda

-Advertisement-

Adapun pembagiannya, 6 desa daerah sangat rawan, 35 desa rawan, dan 16 desa tidak rawan. Pemetaan itu, ditujukan untuk mengantisipasi risiko yang akan dihadapi di lapangan.

“Ini sudah kita petakan, tapi bukan karena peta. Tapi pemetaan sejak dini itu kita harapkan semuanya bisa diamankan sesuai SOP berlaku. Meskipun itu dikatakan aman, kita dari tim keamanan sudah siap semuanya,” katanya.

Ia menerangkan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi desa masuk dalam katagori rawan konflik. Salah satunya pilkades yang hanya dikuti dua calon kepala desa.

“Banyak faktor, kemarin mungkin ketersinggungan antara kedua belah pihak calon kepala desa, mungkin ada pendukung yang tidak menerima, itu yang sering terjadi kerawanan di tingkat desa,” terangnya.

Kapolres Demak AKBP Muhammad Purbaya, mengatakan terdapat 847 personel yang telah disiapkan. Masing-masing tim keamanan itu akan dibagi pada masing-masing tempat pemungutan suara (TPS).

“Kalau sangat rawan itu dibagi tujuh orang, kemudian rawan empat orang, dan tidak rawan dua orang. Pasukan tujuh orang, akan dipertebal dari Polres satu pleton dan Polda satu pleton,” paparnya.

Baca Juga: Penggunaan APBD Demak Bakal Fokus ke Penanganan Kemiskinan

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Kapolsek dan panitia Pilkades untuk melakukan pengawalan. Begitu juga dengan merazia minuman keras (miras) pada saat pencoblosan.

“Karena miras ini kan faktor pemicu utama, jadi miras itu kita operasi setiap hari. Kita berharap saat pencoblosan nanti tidak ada pendukung yang mengonsumsi, sehingga masih menggunakan akal sehat,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER