BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berjibaku untuk penurunan angka stunting di Kota Kretek. Selain penanganan melalui terapi medis dan pemberian makanan tambahan (PMT), Pemkab Kudus juga menyediakan ratusan alat antropometri berstandar gold.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Andini Aridewi mengatakan, belajar dari tahun-tahun sebelumnya dan agar screening stunting bisa dilakukan dengan tepat, satu di antaranya adalah menggunakan alat berstandart gold.
“Oleh karenanya, tahun ini kita manfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan alat antropometri berstandar gold,” ujar Andini kepada Betanews.id di RSUD Loekmonohadi Kudus, belum lama ini.
Baca juga: Kasus Stunting di Kudus Naik, Hartopo: ‘Data dari Mana?’
Lebih lanjut, Andini mengungkapkan, untuk saat ini pihaknya mempunyai antropometri berstandar gold sebanyak 871 unit. Alat tersebut tersebar di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Kudus.
“Terutama di puskesmas dan seluruh posyandu. Jadi sejak Bulan Agustus kemarin itu pengukuran dan penimbangan balita sudah menggunakan antropometri standar gold,” ungkapnya.
Andini menjelaskan, dengan antropometri berstandar gold penimbangan dan pengukuran badan balita bisa lebih akurat. Jadi, tidak terjadi penemuan kasus yang tidak sesuai realnya. Sehingga, ketika ditemukan kasus balita terindikasi stunting bisa segera dilakukan penanangan lebih lanjut.
“Selain itu, kita juga melatih semua kader dan tenaga kesehatan yang bertugas agar dapat melakukan pengukuran dengan benar, sesuai SOP (prosedur operasional standar) ,” bebernya.
Baca juga: Angka Stunting di Kudus Naik Jadi 19 Persen, Pemkab Langsung Gelar Penimbangan Balita Serentak
Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) kata Andini, data angka kasus stunting di Kabupaten Kudus tahun 2022 sebanyak 19 persen. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya yang hanya 17,6 persen. Sementara target nasional angka stunting adalah 14 persen.
Sementara sesuai hasil timbang yang dilakukan oleh bidan desa, sampai dengan data terakhir angka stunting di Kudus itu sekitar 5,28 persen. Jumlah tersebut kurang lebih setara 2.700 kasus dari sasaran Balita yang ada.
“Semoga dengan alat antropometri standar gold ini hasil pengukuran real adanya. Sehingga ketika dilakukan sampling untuk survei, hasil stunting di Kudus bisa turun. Paling tidak, sesuai dengan target,” imbuhnya.
Editor: Suwoko

