31 C
Kudus
Minggu, Februari 22, 2026

Festival Permainan Tradisional Jepara Bakal Diadakan Tiap Tahun

BETANEWS.ID, JEPARA – Puluhan anak-anak yang terdiri dari siswa maupun siswi baik di tingkat SD maupun SMP se-Kabupaten Jepara tampak begitu semangat dan antusias untuk mengikuti festival permainan tradisional yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) di Museum Kartini, Kabupaten Jepara.

Lia Pupardianik, Sub Koordinator Sejarah dan Kepurbakalaan, Disparbud Kabupaten Jepara menjelaskan bahwa festival tersebut sudah ke dua kalinya diadakan oleh Disparbud dan akan diselenggarakan rutin setiap tahunnya.

Baca Juga: Kisah Koesoemo Oetoyo, Bupati Jepara 1905-1925

-Advertisement-

Festival ini diadakan menurutnya sebagai salah satu upaya untuk melestarikan dan mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak.

“Melalui Festival ini harapannya anak-anak Jepara bisa lebih mengenal, memahami, dan melestarikan budaya dalam hal ini melalui permainan tradisional,” katanya pada Jumat (29/9/2023) di Kantor Museum Kartini, Kabupaten Jepara.

Dalam pelaksanaan festival kali ini, menurut Lia memang terbatas untuk anak-anak SD maupun SMP yang ada di Kabupaten Jepara. Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan, ke depan pelaksanaan festival tersebut juga akan dibuka untuk orang-orang dewasa.

Dalam festival tersebut ada tiga jenis permainan tradisional yang dikenalkan kepada anak-anak, yaitu Dakon, Egrang dan Bakiak.

Dakon sendiri menurutnya merupakan tradisional yang sudah ada sejak jaman RA. Kartini masih kecil. Dan pada masa dulu, permainan tersebut menurutnya hanya bisa dimainkan oleh anak-anak bangsawan.

“Kalau berdasarkan sejarah Ibu Kartini semasa kecil itu suka bermain dakon, dan pada masa dulu permainan hanya bisa dilakukan oleh kaum bangsawan. Sehingga kita ingin mengenalkan permainan tersebut melalui festival semacam ini,” jelasnya.

Bermain Dakon, menurutnya akan melatih anak-anak agar bisa mengatur strategi, melatih kesabaran serta berani bertanggungjawab terhadap pilihan yang mereka ambil.

“Kalau dalam permainan ini kan pakai yang namanya kuwok, nanti kuwok itu akan kita distribusikan berapa itu akan membuat anak-anak berlatih mengatur strategi, butuh sabar juga serta bertanggungjawab terhadap strategi yang digunakan,” tuturnya.

Baca Juga: Tambak Udang Ancam Pariwisata Karimunjawa yang Jadi Penghasilan Utama Warga

Sedangkan bermain Egrang dan Bakiak menurutnya juga mengajarkan pada anak untuk melatih kekompakan. Mereka juga harus bisa mengatur ritme perjalanan mereka agar bisa sampai pada garis finish.

“Kalau bahasanya itu, daripada cepet-cepetan nanti jatuh kan mending pelan tapi sampai. Jadi mereka juga bisa belajar untuk melatih kekompakan serta ritme perjalanannya,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER