BETANEWS.ID, DEMAK – Bupati Demak Eisti’anah akan memberikan jaminan kesehatan kepada guru korban pembacokan yang dilakukan oleh siswa Madrasah Aliyah di Kebonagung. Peristiwa pembacokan itu dilakukan oleh MAR (17) kepada guru olahraga Ali Fatkhur Rohman yang mengakibatkan luka di leher dan lengan kiri.
Pemicu konflik antara guru dan siswa itu, diduga karena pelaku merasa sakit hati tidak diizinkan mengikuti ujian tengah semester lantaran belum menyelesaikan tugas akhir. Atas kejadian itu, korban mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit Karyadi Semarang untuk mendapatkan perawatan.
Mengetahui hal itu, Eisti turun tangan menangani kasus tersebut. Pada Selasa, (27/9/2023) atau sehari setelah korban dilarikan rumah sakit, pihaknya langsung menjenguk dan mengurus jaminan kesehatan kepada korban.
Baca juga: Perbaikan Bendung Karet Kalijajar Demak Usai, Air PDAM Masih Payau dan Keruh
“Karena korban tidak punya BPJS kesehatan, kita minta datanya. Alhamdulillah hari ini bisa aktif dan dapat digunakan,” katanya usai menghadiri rapat paripurna di ruang rapurna DPRD Demak, Rabu (27/9/2023).
Menurutnya, saat ini kondisi korban mulai membaik dan mendapatkan penanganan intensif. Meskipun begitu, pihaknya akan terus memantau perkembangan kesehatannya.
“Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah sadar dan mulai membaik. Ketika ke sana infusnya sudah dibuka dan masih lemes sehingga dianjurkan untuk istirahat terlebih dahulu sembari memulihkan traumanya,” paparnya.
Sementara itu, pihak kepolisian kabupaten Demak telah berhasil menangkap MAR. Atas perbuatan yang ia lakukan, pelaku dikenai pasal 355 ayat 1 subsidair pasal 353 ayat 2 KUHP pidana dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun.
Editor: Ahmad Muhlisin

