Resign Kerja Karena Optimis Dilantik Jadi Sekdes, Rahadian Menyesal dan Kini Malah Ngojol

BETANEWS.ID, KUDUS – Rahadian Surya Nugraha begitu menyesali keputusannya keluar dari kerjaan karena merasa akan segera dilantik menjadi Sekretaris Desa Ternadi. Usai dinyatakan terpilih jadi carik pada tes seleksi perangkat desa yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjajaran (Unpad) 14 Februari 2023 lalu, sampai saat ini nasibnya masih terkatung-katung.

“Sangat menyesal karena tidak ada kejelasan dari pelantikan yang menggantung hingga 7 bulan ini. Sebab ada tanggungan keluarga yang tetap harus mencari penghasilan untuk anak dan istri di rumah,” beber Rahadian saat ditemui di kediamannya, Desa Cendono RT 2 RW 8, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Kamis (21/9/2023).

Rahadian sedang menata obat-obat pertanian yang dijualnya. Foto: Kaerul Umam

Rahadian yang mendaftar di formasi Sekretaris Desa (Sekdes) Ternadi, Kecamatan Dawe itu sempat optimis akan dilantik. Dia lolos dengan nilai tertinggi dengan menyisihkan 11 peserta dengan nilai 349,60.

-Advertisement-

Baca juga: Terbitkan SE Penundaan Pelantikan Perades Tak Seizin Bupati, Plt Kepala Dinas PMD Kudus Lancang?

“Tanggal 30 Juni 2023 resign dari pekerjaan, ya sekitar tiga bulan ini sudah tidak bekerja di perusahaan lagi. Karena kemarin menjelang sidang optimis akan dilantik, supaya bisa fokus menghadapi pelantikan. Malah sampai saat ini tidak ada pelantikan,” jelas pria berusia 41 tahun tersebut.

Meski mendaftar di desa lain, Rahadian sudah sepakat dengan keluarganya jika dilantik Sekdes dan harus pindah ke desa tersebut. Artinya hal itu tidak menjadi masalah, meski pihaknya sudah mempunyai rumah di Desa Cendono.

“Kalau dari keluarga siap saja, karena sebelumnya sudah sepakat pindah rumah, jika memang dilantik,” tutur bapak tiga anak tersebut.

Baca juga: Tak Juga Dilantik, Garank 1 Segera Siapkan Langkah Hukum

Rahadian menjelaskan, dia sebelumnya bekerja di beberapa perusahaan di bidang pertanian sebagai marketing penyuluh swasta. Namun karena sudah resign, saat ini dia menjadi ojek online (ojol) dan menjual pupuk pestisida secara online di rumah.

“Sekarang ya dijalani saja, meski harus ngojek setiap hari. Tapi biasanya untuk ngojek tidak sehari full. Biasanya lima jam, karena harus mengurus pertanian,” ungkapnya.

“Saya berharap, semoga secepatnya bisa dilakukan pelantikan. Karena ketika dilantik bisa melayani masyarakat. Tak hanya itu, di sela kita melayani masyarakat kita juga menunggu hasil sidang inkrah, apapun hasilnya nanti,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER