BETANEWS.ID, JEPARA – Penjabat (Pj) Bupati Jepara, Edy Supriyanta, menegaskan, kondusifitas dan keamanan daerah harus dijaga dalam setiap proses pembangunan, termasuk pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal itu ia sampaikan saat memimpin apel Simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) di depan Kantor Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, Senin (25/9/2023).
Pelaksanaan Sispamkota yang diikuti 444 personel Polri, TNI, Satpol PP, dan Dishub ini dalam rangka persiapan pengamanan Pemilu 2024. Simulasi ini menjadi momentum seluruh komponen untuk menyiagakan, mengukur, dan memetakan, potensi serta deteksi dini gangguan keamanan yang mungkin terjadi selama pagelaran politik 2024.
“Simulasi ini sangat luar biasa dalam situasi kondusif pada Pemilu 2024 nanti. Saya berharap, Mudah-mudahan tidak ada unjuk rasa dan Jepara tetap aman,” kata Edy Supriyanta.
Baca juga: Pj Bupati Jepara Minta Semua Carik Paham Dokumen-Dokumen di Desa
Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho, menerangkan, Sispamkota digelar untuk menghadapi situasi kontijensi konflik sosial dalam pengamanan pemilu 2024 di wilayah hukumnya.
Menurutnya, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kesiapan serta melatih kemampuan personel dalam menghadapi massa, dan juga keselamatan dalam latihan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Baca juga: Forkopimda Jepara Sepakat Akan Tindak Tegas Aktivitas Tambak Udang Karimunjawa
“Semoga tidak terjadi kondisi darurat di wilayah kita. Tempat-tempat strategis sudah kita mapping, dan akan kita lakukan pola pengamanan, baik secara preventif dan prevensif,” ucap Kapolres.
Dalam simulasi pengamanan kota ini digambarkan adanya aksi demontrasi atau unjuk rasa yang dilakukan sekelompok massa yang tidak terima dengan keputusan KPU yang mana massa kecewa dengan hasil penghitungan suara dan menuntut pemilihan ulang. Kemudian massa mendatangi kantor KPU untuk menggelar aksi demo. Selanjutnya, para pendemo bisa diredam dari aparat keamanan.
Editor: Ahmad Muhlisin

