BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Hartopo beramah-tamah dengan para wartawan yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Kudus di pres room, Jum’at (22/9/2023). Di momen tersebut Hartopo juga berpamitan kepada awak media yang akan purnatugas pada tanggal 24 September 2023.
Hartopo mengucapkan terima kasih kepada semua wartawan yang selama ini sudah jadi mitra yang baik. Serta pemberitaannya yang selalu positif dan tidak negatif, sehingga membantu menciptakan kekondusifan di Kota Kretek.
Baca Juga: Hartopo Harap Kudus Punya Pemandu Wisata Lokal
“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman wartawan karena sudah bekerja sama dengan baik. Saya juga minta maaf apabila selama menjabat Bupati Kudus punya salah,” ujar Hartopo.
Dalam kesempatan tersebut, Hartopo juga berkisah awal mula terjerumus ke dunia politik hingga akhirnya nyalon wakil Bupati Kudus dan kemudian ketiban sampur menjadi Bupati Kudus periode 2018-2023, karena Tamzil terjerat kasus korupsi.
Dia mengaku, bersedia nyalon jadi wakil Bupati Kudus karena simpati kepada Tamzil. Karena, suara di luar juga sudah santer kabar bahwa Tamzil berpasangan dengan Hartopo maju Pilbup 2018-2023.
Pada pada tanggal 2 Desember 2017, Tamzil dengan ditemani Mahmudun datang ke rumahnya. Tamzil ngomong tidak jadi mencalonkan diri jadi Bupati Kudus, karena orang yang menjanjikan mencarikan dana untuk biaya pencalonan belum dapat uangnya.
“Dalam hati saya berkata, suara di luar santer aku gandengan karo Pak Tamzil. Saat itu, langsung tak putusi, wis penting nyalon sek, menang kalah ora tak pikir,” bebernya.
Setidaknya dia mengeluarkan dana kurang lebih sebesar Rp10 miliar untuk biaya kampanye dan lainnya. Hartopo juga mengaku pasrah apabila kalah.
“Halah pikiranku kalah gak apa-apa, kehilangan duit Rp10 miliar tidak masalah. Yang penting ikut partisipasi. Bahkan, saya ngomong ke istri saya saat itu, harus siap kalah jangan siap menang. Kalau kalah, nanti kita bangun usaha lagi,” ungkapnya.
Saking gak kepikiran untuk menang, lanjutnya, setelah nyoblos di tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilihan Bupati (Pilbup) tahun 2018. Hartopo mengaku langsung tidur dan terbangun pukul 14:00 WIB. Ternyata banyak yang nelpon tapi tidak terangkat. Kemudian, ia pun menelpon balik dan dapat informasi kayaknya menang Pilbup.
Dan, ternyata memang menang. Saat itu Hartopo juga ngomong kepada Tamzil, bahwa hanya mengantar yang bersangkutan jadi bupati, setelahnya ia akan mundur. Sebulan setelah dilantik, Hartopo pun berniat mengundurkan diri jadi wakil Bupati Kudus.
“Namun, pengunduran diriku ditolak. Terutama para donatur pemenangan kami,” kata Hartopo.
Baca Juga: Hartopo Akui Perkembangan Wisata Kudus Tak Bisa Maksimal
Sebagai informasi pada Pilbup Kudus 2018 pangan Tamzil dan Hartopo memenangkan kontestasi, dan terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kudus. Namun, pada Juli 2019 Tamzil kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sehingga, Hartopo ketiban sampur dan diangkat jadi Plt Bupati Kudus. Setelah bertugas jadi Plt bupati kurang lebih selama satu setengah tahun, Hartopo akhirnya dilantik jadi Bupati Kudus secara definitif, pada April 2021 dan akan purna pada 24 September 2023.
Editor: Haikal Rosyada

