BETANEWS.ID, KUDUS – Gerobak berwarna hijau dengan banner bertuliskan gado-gado dan nasi liwet terlihat di pinggir Jalan Tanjung, Desa Nganguk, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Di sana, beberapa warga tampak sedang menikmati hidangan pilihan masing-masing.
Meski warung tersebut berada di atas trotoar dengan meja kursi seadanya, tapi pembelinya seperti terus mengalir. Hal itu tentu menyibukkan Atik (61) dan Arik yang berjibaku menyiapkan berbagai pesanan pembeli.

Menurut Atik, warung yang buka sejak 2010 itu awalnya hanya menyediakan gado-gado. Nasi liwet baru ada pada 2021 karena di Kudus banyak yang suka. Atik mengungkapkan, modal awal saat membuka usaha tersebut sekitar Rp10 juta, untuk pembelian gerobak dan perlengkapan lainnya.
Baca juga: Menyantap Nasi Jagung Sambil Menikmati Sejuknya Lereng Muria di Kedai Sari Gunung
Di tempatnya, ibu dua anak itu menjual nasi liwet dengan harga Rp12-15 ribu. Sedangkan gado-gado Rp16-20 ribu. Pendapatan yang diperoleh juga bergantung pada ramai dan sepinya pembeli. Saat ramai Atik bisa mendapatkan omzet sampai Rp1 juta sedangkan saat sepi bisa setengahnya saja yakni Rp500 ribu.
“Kalau keadaan sepi biasanya bisa habis 50 porsi, tapi kalau ramai bisa sampai 100 porsi,” ucapnya saat ditemui, Jumat (8/9/2023).
Setiap harinya Atik buka warung mulai pukul 5.30 sampai 12.00 WIB. Selain di daerah Nganguk, WM Sumber Roso juga buka di event Car Free Day (CFD) didepan Bank Danamon mulai pukul 5.30 hingga 9.00.
Editor: Ahmad Muhlisin

