31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Hartopo Sebut Semangat Gotong Royong Pemakaman Warga Kudus Mulai Pudar

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Hartopo, menyebut bahwa budaya kearifan lokal dalam pemakaman di Kota Kretek mulai memudar. Saat ini gotong-royong warga dalam pemakaman sudah berkurang, bahkan ada yang berbayar.

Hal itu dikatakan Hartopo saat sambutan dalam acara pemberian santunan kematian kepada ahli waris di Pendopo Kudus, Rabu (20/9/2023). Hartopo mengatakan, jaman dulu semangat gotong royong sangat luar biasa.

Baca Juga: Pendapatan Pemkab Kudus Ditarget Rp2,23 T

-Advertisement-

“Begitu ada yang meninggal, warga langsung cepat-cepatan ke makam menggali kubur untuk pemakaman. Cepat-cepatan memberikan memberikan bantuan,” ujar Hartopo.

Menurutnya, semangat gotong royong warga itu masih ada di beberapa desa. Namun, banyak yang sudah tidak berlaku.

“Jadi sekarang itu gali kubur bayar. Karena banyak laporan, ada yang bayar Rp300 ribu, ada yang Rp600 ribu. Lama-lama bisa bubar budaya Kudus,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjut Hartopo, kearifan lokal semangat gotong royong masyarakat bisa ditingkatkan lagi. Untuk meringankan beban ahli waris, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus selama ini juga memberikan bantuan kematian untuk biaya pemulasaran dan pemakaman.

“Saat ini ada 152 yang dapat bantuan kematian. Untuk nominalnya masih sama yakni masing-masing Rp1 juta. Sementara pemberiannya diakumulasikan sebulan sekali,” ungkapnya.

Nominal santunan sebesar Rp1 juta sangatlah minim. Pihaknya juga sejak lama sudah mengusulkan agar bantuan kematian bisa dinaikan. Menurutnya, ideal bantuan kematian itu Rp1,5 juta.

“Karena kalau saya hitung untuk pembelian mori, untuk ongkos orang menggali makam membelikan rokok dan lainnya, idealnya ya segitu (Rp1,5 juta-Red),” kata Hartopo.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3AP2KB, Agung Karyanto menyatakan sebanyak 152 ahli waris menerima bantuan masing-masing satu juta rupiah. Penerima dari Kecamatan Kaliwungu sebanyak 18 ahli waris, penerima dari Kecamatan Kota sebanyak 16 ahli waris, dan penerima dari Kecamatan Jati sebanyak 17 ahli waris.

Baca Juga: 41.338 Warga Kudus Nunggak Iuran BPJS Kesehatan, Total Tunggakan Rp35,9 M

Kemudian, penerima dari Kecamatan Undaan sebanyak 13 ahli waris, penerima dari Kecamatan Mejobo sebanyak 22 ahli waris, penerima dari Kecamatan Jekulo sebanyak 24 ahli waris, penerima dari Kecamatan Bae sebanyak 5 ahli waris, penerima dari Kecamatan Gebog sebanyak 16 ahli waris, dan penerima dari Kecamatan Dawe sebanyak 21 ahli waris.

“Penerima bantuan periode Agustus sebanyak 152 ahli waris. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER