BETANEWS.ID, KUDUS – Kedai bertuliskan Es Campur Prasmanan di Jalan Mejobo, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu tampak ramai pembeli yang ingin melepas dahaga. Di sana, para pembeli terlihat memilih sendiri isian es mulai dari agar-agar, degan, sagu mutiara, roti, hingga nanas ke dalam gelas. Setelah puas memilih, mereka lantas membayarnya pada pemilik kedai, yaitu Nor Aeni (31).
Kedai es campur dengan konsep prasmanan ini memang lagi banyak diminati di Kudus. Bahkan menurut Eni, tempatnya itu merupakan yang pertama di Kudus. Menurutnya, saat belum punya saingan, dalam sehari ia bisa meraup omzet hingga Rp400 ribu.

“Dahulu ramai sekali. Semakin ke sini persaingan banyak sehingga keuntungan menurun. Saat ini omzet Rp200-300 ribu. Itu saja sudah alhamdulillah,” jelas ibu satu anak tersebut, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca juga: Dawet Durian Gang 2 Kudus Ini Segarnya Bikin Nagih, Segelas Mana Cukup
Selain menjual es, Eni juga menjajakan gorengan dengan harga Rp1 ribuan, gado-gado Rp13 ribu, pecel Rp5 ribu, dan yang terakhir bakso combor Rp5 ribu. Menu-menu itu merupakan buatannya sendiri.
“Es Campurnya dijual mulai Rp5 ribu. Kalau mau tambah topping tapai ketan harus bayar Rp1.000,” bebernya.
Untuk mencicipi semua menu yang disediakan, pembeli bisa datang setiap hari mulia pukul 10.00-17.00. Tak hanya berjualan secara offline, Eni juga menerima pesanan melalui aplikasi Grab.
Editor: Ahmad Muhlisin

