Seblak Jakenan Jadi Primadona di GOR Kudus, Omzet hingga Rp1,5 Juta Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Kedai Seblak Jakenan yang berada di kawasan Gedung Olahraga (GOR) Kudus itu tampak ramai pembeli. Mereka terlihat duduk dengan alas tikar sambil menikmati menu pesanan. Di sisi lain, dua orang pria dan wanita sedang membuat berbagai menu untuk pembeli yang belum kebagian.

Sehari-hari, kedai sederhana itu memang cukup ramai oleh pecinta makanan asal Jawa Barat itu. Bahkan jika akhir pekan, tempat usaha yang berada di Jalan GOR, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu bisa menghasilkan omzet hingga Rp1,5 juta sehari.

Beberapa pembeli sedang menunggu pesanan mereka jadi di Kedai Seblak Jakenan. Foto: ANita Purnama Sari

Di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Assifa Salsabillah (21) dan Abdul Tantang Hidayat Anang (22) bersedia berbagi cerita tentang usaha Seblak Jakenan yang dirintis 2017 lalu. Menurut Sifa, yang jadi keunggulan seblaknya adalah, ia membuat sendiri bumbunya yang ternyata disukai oleh banyak orang.

-Advertisement-

Baca juga: Seblak Mbak Zum Dulu Cuma Laku Rp30 Ribu Sehari, Kini Jutaan Rupiah

“Bumbu-bumbunya buatan sendiri. Baso aci juga buat sendiri. Mungkin itu yang membuat beda dengan tempat-tempat lain,” jelas perempuan kelahiran Jawa Barat tersebut, Sabtu (26/08/2023).

Dalam sehari, Seblak Jakenan bisa menjual hingga 60 porsi. Bahkan kalau akhir pekan, penjualan bisa naik drastis hingga bisa meraup omzet hingga Rp1,5 juta sehari. Tidak heran jika makanan tersebut menjadi primadona di GOR Kudus.

“Sehari biasanya bisa habis sampai 60 porsi. Keuntungan kotor Rp1,5 juta kalau weekend. Tapi kalau hari biasa Rp500 ribu,” jelasnya.

Baca juga: Pecinta Pedas Wajib Coba, Seblak Super Pedas dengan 24 Varian Rasa

Selama membuka usaha Seblak Jakenan, Ia mempromosikan produknya melalui aplikasi TikTok dan Instagram. Jika tertarik, pembeli bisa datang ke kedai setiap Senin-Jumat pada pukul 12.00-22.00 dan akhir pekan pada 10.00-22.00 WIB.

“Ciri khasnya ada di kencur dan rasa asinnya. Kalau orang Kudus kan sukanya rasa manis jadi kadang pelanggan minta tambah gula. Saya melihat seblak dikasih kecap baru di Kudus,” ucap perempuan yang memiliki dua adik laki-laki itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER